Parlementaria

Reses di Ulee Kareng, Ketua Komisi I DPRK Musriadi Harap Lahirnya Reusam Tentang Narkoba di Kota Banda Aceh

1884
FOTO/ HUMAS DPRK BANDA ACEH Ketua Komisi I DPRK Banda Aceh, Dr Musriadi SPd MPd pada Reses Masa Persidangan II Tahun 2021, Daerah Pemilihan (Dapil) III Kecamatan Syiah Kuala dan Kecamatan Ulee Kareng, Kamis (4/3/2021).

posaceh.com, Banda Aceh – Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Dr Musriadi SPd MPd melaksanakan Reses Masa Persidangan II Tahun 2021, Daerah Pemilihan (Dapil) III Kecamatan Syiah Kuala dan Kecamatan Ulee Kareng, Kamis (4/3/2021).

Reses tersebut dihadiri Kepala BNN Kota Banda Aceh, Hasnanda Putra, Kapolsek Ulee Kareng, Danramil, Pimpinan Dayah Raudhatul Hikmah Al Waliyah Pango, Tgk Syukri Daud Pango, Kepala Puskesmas Ulee Kareng, Malahayati, Camat Ulee Kareng, para Keuchik dan Mukim, OKP, LSM, serta segenap masyarakat setempat.

Musriadi mengatakan, memasuki masa reses tahun 2021, seluruh anggota DPRK Banda Aceh, turun ke Daerah Pemilihan (Dapil) masing-masing untuk menampung aspirasi dari konstituenya. Reses merupakan salah satu agenda anggota dewan untuk menyerap aspirasi rakyat yang diwakilinya. Reses juga untuk mengawal program pemerintah di daerah pemilihan (Dapil) serta mendorong percepatan peningkatan kesejahteraan rakyat.

“Semua usulan reses tidak sekedar ditampung melainkan diwujudkan sebagai bentuk respon atas kebutuhan urgen masyarakat,” katanya.

Sementara, tujuan reses kata Musriadi untuk menyerap dan menindaklanjuti aspirasi konstituen dan pengaduan masyarakat guna memberikan pertanggungjawaban moral dan politis kepada konstituen di Daerah Pemilihan (Dapil) sebagai perwujudan perwakilan rakyat dalam pemerintahan, sebagaimana tertuang dalam UU No 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 .

Musriadi mengatakan, reses kali ini mengangkat sebuah isu yang menjadi tantangan besar khususnya bagi generasi bangsa yakni terkait bahaya penyalahgunaan narkoba. Maka dalam reses tersebut dihadirkan pemateri yang cukup mumpuni yang mengupas dan menyampaikan materi kepada warga terkait bahaya narkoba di kalangan remaja, bahkan dihadirkan juga tokoh agama dari salah satu Dayah Pango yakni Tgk Syukri Daud sapaan Abu Pango yang menjelaskan perspektif narkoba dari kacamata agama.

“Kita berharap sinergitas dan kerja sama stakeholder baik itu masyarakat, keluarga, tokoh agama serta Pemerintah kota Banda Aceh agar sama-sama membahu untuk menekan angka dari kasus narkoba,” kata Musriadi.

Politisi PAN ini juga menyampaikan, Aceh diberikan kearifan lokal salah satunya ditingkat pemerintahan gampong untuk menyusun peraturan-peraturan yang tidak berbenturan dengan peraturan di atasnya. Yakni lahirnya sebuah Reusam terkait penanggulangan dan penyalahgunaan narkoba di kota Banda Aceh.

“Kita juga mendorong pemerintah agar lahirnya qanun terkait narkoba. Kemudiaan baru disusun reusam narkoba dimana disitu akan diatur tentang kegiatan sosial, kerja hudep kerja matee setidaknya akan mengatasi tingkat peredaran narkoba di Banda Aceh,” ujarnya.

Musriadi menambahkan, masalah narkoba bukan hanya tanggung jawab pemerintah tetapi peran dari keluarga itu juga sangat penting. Dan pengetahuan agama menjadi prioritas. “Zikir adalah sebuah obat sekaligus mengingat Allah. Karena dengan kita menghadiri kegiatan keagamaan tentunya ada sebuah penanaman nilai dan menghindakan kita dari narkoba,” tutur nya.

Sementara itu, Tgk Syukri Daud Pango menilai, materi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba sangat positif dan bermanfaat bagi masyarakat. Sehingga perlu diteruskan untuk masa yang akan datang. Karena dalam materi tersebut juga dijelaskan tentang cara menanggulangi, mengobati sekaligus membantu daripada kehancuran generasi khususnya pemuda yang begitu berbahaya terlibat dalam narkoba.

“Ini memang perlu kebersamaan dalam menghadapi bahaya seperti ini, harus melibatkan semua tokoh-tokoh agama, tokoh pemerintahan dan masyarakat. Karena Insyaallah dengan kebersamaan selangkah demi selangkah walau pelan-pelan masalah tersebut akan teratasi dan ada jalan keluarnya,” kata Abu Pango.

Beliau menjelaskan, pemahaman terhadap agama melalui zikir akan membuahkan rasa takut di dalam hati kita terutama kepada Allah SWT. “Karena rasa takut dan rasa malu ini menjadi obat terbaik dalam mengobati berbagai penyakit terutama narkoba yang sedang mewabah pada generasi sekarang khususnya di Aceh,” pungkas Tgk Syukri Daud Pango.(Adv)

Exit mobile version