Internasional

Raksasa Migas China Jual Minyak Afrika Barat, Pembeli Termasuk RI

25
Tangki penyimpanan China Petroleum & Chemical Corp. (Sinopec) di terminal kontainer di Hong Kong, China.FOTO/Bloomberg

posaceh.com, China – Perusahaan-perusahaan minyak besar China menjual kargo minyak mentah Afrika Barat dan lainnya, menurut para pedagang (trader) yang mengetahui kesepakatan tersebut.

Hal ini menandakan sebuah langkah langka yang terjadi setelah penurunan utilisasi di seluruh kilang milik pemerintah di Negeri Panda lantaran perang di Iran mengganggu pasokan global.

Setidaknya dua perusahaan — Sinochem Group dan cabang perdagangan Sinopec Group, yang dikenal sebagai Unipec — tercatat telah menjual kargo minyak dari Nigeria, Angola, dan Ghana untuk dimuat bulan depan, kata para pedagang yang mengetahui masalah tersebut.

Jenis minyak tersebut termasuk Girassol, Clov, dan Cabinda dari Angola; Agbami dan Okwuibome dari Nigeria; serta Jubilee dari Ghana, tambah mereka.

Pembeli termasuk kilang dari Taiwan dan Indonesia, kata para pedagang. Mereka meminta agar nama mereka tidak disebutkan karena mereka tidak berwenang untuk berbicara di depan umum.
Juru bicara Sinochem dan Sinopec tidak menanggapi permintaan komentar.
Pemerintah China sebelumnya telah mengizinkan kilang milik negara untuk memanfaatkan cadangan komersial, membantu melindungi mereka dari harga pasar yang lebih tinggi dan pasokan yang langka, tetapi para perusahaan kilang juga telah menurunkan tingkat pengolahan.

Kapasitas pengolahan minyak mentah China pekan lalu berada di bawah 70%, level terendah sejak Juni 2022, menurut data dari Mysteel Oilchem.

Kilang-kilang swasta, yang dikenal sebagai “teapots” (pengolah minyak kecil), justru diperintahkan untuk mempertahankan tingkat pengolahan yang tinggi dengan segala cara.

Perang di Iran dan blokade Selat Hormuz hampir menghentikan pengiriman minyak mentah dari Teluk Persia, menciptakan guncangan pasokan minyak global yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Akibatnya, harga melonjak, dengan kilang-kilang di Asia berebut alternatif dari wilayah penghasil lainnya, termasuk kargo yang dijual kembali dari China.

Meskipun jarang bagi importir terbesar dunia untuk menjual minyak mentah, hal itu bukan sesuatu yang tidak pernah terjadi karena kilang-kilang mengoptimalkan pasokan.

Awal bulan lalu, kilang swasta Shenghong Petrochemical International Pte menjual sekitar 1 juta barel minyak mentah Basrah Heavy Irak ke kilang Asia lainnya melalui tender, kata para pedagang.

Para pedagang mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan China telah memperoleh pasokan dari pelabuhan-pelabuhan di luar Teluk Persia, termasuk Fujairah di Uni Emirat Arab, Mina Al Fahal di Oman, dan pelabuhan Yanbu di Laut Merah, Arab Saudi.(Muh/*)

Exit mobile version