posaceh.com, Washington – Politikus sayap kanan Amerika Serikat, Laura Loomer, menyebut putri tunggal Presiden China Xi Jinping mssih berada di AS dan pernah berkuliah di Universitas Harvard .
Dalam cuitannya di X pada akhir Mei 2025 lalu, Loomer mendesak pemerintah untuk mendeportasi putri Xi, yang diketahui bernama Xi Mingze, dari AS.
“Ayo! Deportasi Putri Xi Jinping!” Dia tinggal di Massachusettes dan pernah berkuliah di Harvard,” tulis Loomer di X.
Sumber-sumber mengatakan kepada saya bahwa pasukan PLA (Tentara Pembebasan Rakyat) dari PKC (Partai Komunis China) memberikan keamanan pribadi untuknya di wilayah AS di Massachusetts!” lebih lanjutnya.
Sejauh ini Loomer tidak mencantumkan bukti keberadaan Xi Mingze yang termasuk tinggal di AS.
Pada tahun 2015 lalu, sebuah laporan menyebut putri Xi Jinping dengan istrinya Peng Liyuan telah kembali ke Tiongkok setelah menyelesaikan studinya di Harvard.
Sangat sedikit informasi publik tentang identitas Xi Mingze, meski sesekali ia muncul bersama orang tuanya. Pada tahun 2008 lalu, dia pernah menjadi relawan setelah gempa bumi mengguncang Sichuan.
Menurut laporan The New Yorker tahun 2025, Xi Mingze mengambil jurusan psikologi dan bahasa Inggris di Harvard. Namun dia disebut hidup di AS menggunakan nama samaran dan hanya segelintir orang yang mengetahui identitas aslinya.
Pekan ini, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan pemerintahnya akan mulai mencabut visa pelajar Tiongkok secara agresif, termasuk mereka yang memiliki hubungan dengan Partai Komunis.
Rubio juga mengatakan bahwa kriteria visa akan direvisi untuk “meningkatkan pengawasan” terhadap semua Pengajuan visa masa depan dari China dan wilayah Hong Kong.
“Di bawah kepemimpinan Presiden Trump, Kemlu AS akan bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri untuk secara agresif mencabut visa bagi pelajar Tiongkok,” kata Rubio, dikutip NBC News .
Menangapi keputusan itu, pemerintah China menyebut bahwa AS “tanpa alasan yang jelas” membatalkan visa pelajar China dengan dalih ideologi dan keamanan nasional.
“Langkah diskriminatif secara politik ini menyingkapkan kemunafikan nilai-nilai kebebasan dan keterbukaan yang telah lama dicanangkan AS, dan hanya akan semakin merusak citra dan kredibilitas internasional AS,” ujar juru bicara Kemlu China, Mao Ning.
CNNIndonesia.com telah mengontak Kedutaan Besar China di Jakarta perihal informasi ini, namun belum ada tanggapan hingga berita ini ditayangkan. (Muh/*)











