posaceh.com, Banda Aceh – PSAB Aceh Besar yang telah memiliki sejumlah pemain berbakat, baik senior maupun junior dan telah mendapat pelatihan sebelumnya akan dipilih untuk bermain dalam laga profesional, Liga 4 Aceh.
Pemilihan pemain sepak bola Aceh Besar ini akan disesuaikan dengan kebutuhan tim yang akan mulai berlaga pada 15 Oktober 2025 dengan target tidak muluk-muluk. Gabungan pemain senior dan junior akan dipadukan dengan baik oleh pelatih PSAB, Mukhlis Nakata dan asistennya, M Hidayat.
Sebagai bonden Kabupaten Aceh Besar yang menaungi sejumlah klub lainnya, nama besar PSAB akan tetap dipertaruhkan dalam kompetisi untuk tingkat Provinsi Aceh. Dengan keuangan seadanya, manajemen PSAB tetap mengandalkan kepiawaian Mukhlis Nakata dalam meracik tim sampai padu dan solid.
Pemain yang dipilih tentunya juga harus bisa menilai diri sendiri, bermain untuk PSAB yang telah membawa nama Aceh Besar sampai tingkat nasional tidaklah mudah, walau dari segi finansial masih seadanya.
Membela PSAB tentunya akan berbeda dibandingkan membela tim lainnya yang juga tumbuh pesat di Kabupaten Aceh Besar. Tim ini yang selalu menjadi pendamping Persiraja Banda Aceh dalam sejumlah uji coba sebelum menuju Liga 2 atau saat ini berubah menjadi Championship League, masih tetap ada di hati masyarakat Aceh Besar.
Para pemain yang sempat membela PSAB dalam berbagai ajang kompetisi harus tahu diri, jika memang dipanggil kembali untuk membela ‘Laskar Seulawah’ ini. Kepiawaian seorang pemain tentunya tidak terjadi begitu saja, tetapi melalu berbagai pelatihan yang didapat dari tim pelatih PSAB secara gratis.
Kepongahan seorang pemain, diakui atau tidak mulai terlihat seusai tidak ada lagi kompetisi yang diikuti PSAB Aceh Besar. Ketetapan manajemen PSAB yang memang sudah harga mati, tetapi didobrak dengan berbagai alasan.
Hal itu terungkap dalam sebuah pertemuan, antara tim manajemen dan pelatih PSAB di Indatue Kupie, Gampong Doi, Banda Aceh, Senin (8/9/2025) malam. Plt Ketua Umum PSAB, Mariadi ST MM sempat berang mengetahui kesepakatan sebelumnya telah dilanggar, khususnya tentang honor pemain.
Dia menegaskan pemain yang tidak mau bergabung sesuai ketetapan ini, maka dipersilahkan mencari klub lain. “Pemain yang dipanggil harus siap menerima ketentuan manajemen, jika sebaliknya, cari klub lain saja,” tegasnya.
Dalam pertemuan ini juga dihadiri Manajer PSAB, Wahyu ‘Al-Yunirun’, Sekretaris Syahrizal atau Yahpi, tim pelatih Mukhlis Nakata, M Hidayat dan Rahmanuddin, serta panitia sepakbola usia dini dan eksekutif HUT ke-13 Pos Aceh.
Pertemuan yang awalnya berlangsung alot akhirnya mencair, dengan semuanya saling tertawa lepas sampai akhir pembicaraan jelang Selasa (9/5/2025) dini hari WIB. Dengan kesepakatan tersebut, pemain yang dipanggil, tetapi tidak menyepakati ketetapan manajemen PSAB, maka akan ditolak.
Membela tim PSAB ini, akan berbeda bergabung dengan tim lain, apalagi pernah mengenyam pendidikan atau pelatihan, dari bukan siapa-siapa, tetapi akhirnya menjadi siapa-siapa dan dikenal luas.
Saat ini, kita tunggu saja, siapa saja pemain yang dipanggil oleh tim manajemen dan pelatih PSAB untuk menatap Liga 4 zona Aceh lebih baik lagi.(Muh)











