posaceh.com, Moskow – Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani undang-undang yang memungkinkan penjahat yang dipenjara menghindari penuntutan jika bergabung dengan militer.
Langkah-langkah tersebut, yang versi resminya muncul di situs web pemerintah pada Rabu (2/10/2024) dilakukan ketika kebutuhan Rusia akan tenaga militer tetap tinggi dalam konflik yang telah berlangsung lebih dari 2,5 tahun di Ukraina.
Langkah-langkah tersebut mengubah bagian dari hukum pidana Rusia yang menyatakan narapidana dapat dibebaskan jika mereka mendaftar di militer. Bahkan, tersangka yang kasusnya sedang diselidiki, tetapi belum diadili dapat memenuhi syarat untuk ditangguhkan kasusnya, seperti dilansir AFP, Kamis (3/10/2024).
Langkah-langkah baru ini memperluas tawaran penangguhan kepada mereka yang kasusnya sedang dalam tahap persidangan. Perundang-undangan juga memperbolehkan hukuman atau proses hukum dibatalkan seluruhnya jika diberhentikan karena alasan usia atau kesehatan atau dengan berakhirnya darurat militer.
Rusia memberlakukan darurat militer pada Oktober 2022, sekitar enam bulan setelah negara itu mengirim pasukan ke Ukraina. Pertempuran yang intens dan berlarut-larut telah menguras sumber daya Rusia.
Presiden Putin pada September 2024 menyerukan militer untuk meningkatkan kekuatan pasukannya sebanyak 180.000 orang. Bersamaan dengan rancangan anggaran pemerintah sebesar 32,5% lagi untuk militer.(Muh/*)











