Nasional

Prabowo Bicara Reformasi PBB di KTT BRICS: Harus Lebih Representatif

20
×

Prabowo Bicara Reformasi PBB di KTT BRICS: Harus Lebih Representatif

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Subianto di KTT ke-18 BRICS, India, Sabtu (12/9/2026). FOTO/Muchlis Jr-Biro Pers Sekretariat Presiden

posaceh.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menyinggung peran Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18 BRICS 2026 di India. Prabowo menilai lembaga multilateral itu harus direformasi.

KTT ke-18 BRICS 2026 digelar di Bharat Mandapam, New Delhi, India, Sabtu (12/9/2026), turut dihadiri oleh Presiden China Xi Jinping, Presiden Rusia Vladimir Putin, hingga kepala negara dan pemerintahan lainnya yang mayoritas negara-negara belahan bumi selatan.

“Seperti yang telah saya sampaikan sebelumnya, BRICS mewakili separuh dari seluruh umat manusia, serta porsi besar dari ekonomi dan perdagangan global. BRICS menyatukan pasar-pasar terbesar dunia dan produsen energi utama. Hal ini memberikan kita kekuatan kolektif yang luar biasa,” kata Prabowo dalam sesi terbatas KTT BRICS di akun YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (13/9/2026).

Prabowo mengajak para pemimpin dunia itu membayangkan apa yang dapat dicapai BRICS jika kekuatan ini dikerahkan sepenuhnya untuk membantu menjamin pasokan pangan dan energi.

Selain itu, Prabowo menilai BRICS dapat menciptakan peluang yang lebih besar bagi negara-negara berkembang jika pasar, modal, sumber daya, teknologi, dan pengetahuan terhubung dengan lebih baik.

“Bayangkan jika negara-negara di belahan bumi selatan dapat berbicara dengan lebih percaya diri dan lebih terkoordinasi dalam membentuk lembaga-lembaga yang mengatur dunia kita, dalam melindungi dan meningkatkan perdamaian, dalam memperjuangkan keadilan,” ujar Prabowo.

Prabowo menilai jika cara dan tujuan tersebut bisa dicapai, dapat mendukung negara-negara maju dan berkembang. Untuk mencapai cita-cita, Prabowo ingin menempatkan PBB sebagai pusatnya, karena PBB forum berkumpulnya seluruh negara dunia.

“Bersama-sama, kita dapat membangun sistem multilateral yang lebih kuat yang mendukung kebutuhan dan kepentingan semua bangsa, baik besar maupun kecil, kuat maupun lemah. Agar upaya ini berhasil, kita harus menempatkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai pusat dari sistem tersebut,” ucapnya.

Namun, Prabowo memberikan catatan, bahwa PBB harus direformasi untuk menjalankan peran yang efektif. Sehingga, PBB dapat lebih tanggap dan berdampak bagi seluruh masyarakat dunia.

Sebab, PBB tetap menjadi satu-satunya institusi multilateral tempat semua bangsa berkumpul sebagai pihak yang setara. Dan agar PBB dapat menjalankan peran sentralnya secara efektif, institusi ini harus direformasi. PBB harus menjadi lebih representatif, lebih tanggap, dan lebih mampu memberikan hasil nyata bagi masyarakat kita,” imbuhnya.(Muh/*)