Nasional

PPN XIV Aceh Tuai Pujian Internasional, Peserta Sebut Terbaik Sepanjang Sejarah

15
×

PPN XIV Aceh Tuai Pujian Internasional, Peserta Sebut Terbaik Sepanjang Sejarah

Sebarkan artikel ini
Salah satu peserta PPN XIV 2026 sekaligus pemerhati sastra lisan dari Malaysia, Prof. Norhayati Abd. Rahman menyampaikan kesan dan pesan saat Closing Ceremony di Taman Sari Gunongan, Banda Aceh, Minggu (28/6/2026) malam.FOTO/ ROJA

posaceh.com, Banda Aceh — Para peserta Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIV Aceh–Indonesia 2026 menyampaikan kesan dan pesan mendalam saat Closing Ceremony yang digelar di Taman Sari Gunongan, Banda Aceh, Minggu (28/6/2026) malam.

Salah satu peserta sekaligus pemerhati sastra lisan dari Malaysia, Prof. Norhayati Abd. Rahman, mengungkapkan bahwa dirinya telah tiga kali mengikuti ajang PPN, yakni di Kuala Lumpur (PPN ke-12), Melaka (PPN ke-13), dan Aceh (PPN ke-14). Ia menilai penyelenggaraan PPN di Aceh merupakan yang terbaik dibandingkan sebelumnya.

“Dari segi penganjuran dan fasiliti yang disediakan oleh PPN Aceh ini sangat-sangat luar biasa. Teratur, tersusun, dan jauh lebih baik dibandingkan pelaksanaan sebelumnya,” ujarnya.

Ia juga menyoroti kekayaan isi program yang dinilai lebih padat, beragam, dan penuh nilai edukatif. Menurutnya, PPN Aceh tidak hanya menghadirkan pertunjukan puisi, tetapi juga wacana ilmiah yang mencakup berbagai bidang seni seperti sastra, musik, tari, hingga sastra tradisional.

“Pengisiannya sangat penuh, bergizi, berilmu, dan bermanfaat. Ini sesuatu yang tidak saya temukan pada PPN sebelumnya,” tambahnya.

Selain itu, delegasi dari Malaysia juga mengaku sangat menikmati pengalaman wisata selama berada di Aceh, baik wisata kuliner maupun keindahan alam yang memukau.

Prof. Norhayati menilai PPN XIV Aceh telah menetapkan standar yang sangat tinggi bagi penyelenggaraan PPN berikutnya.

“PPN Aceh telah meletakkan satu penanda aras yang tinggi. Mungkin tidak semua dapat menandingi, tetapi setidaknya dapat menjadi rujukan,” katanya.

Ia pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia atas kerja keras dalam menyukseskan acara tersebut.

Para peserta PPN XIV 2026 menyampaikan kesan dan pesan saat Closing Ceremony di Taman Sari Gunongan, Banda Aceh, Minggu (28/6/2026) malam.FOTO/ ROJA

Sementara itu, peserta lainnya dari Malaysia, Jefri Bin Muhammad Zein, menyebut PPN bukan sekadar pertemuan sastra, tetapi juga ruang mempertemukan manusia dalam semangat kebersamaan.

“Pertemuan PPN Nusantara bukan hanya tentang puisi, tetapi tentang manusia yang dipertemukan oleh kata, budaya, dan semangat kebersamaan,” ujarnya.

Ia juga mengaku terkesan dengan pelayanan panitia dan pendamping yang dinilai sangat maksimal dalam memfasilitasi peserta.

“Kontennya menyeluruh dan penganjurannya amat mengagumkan. Saya sangat bersyukur dan berbahagia dapat bertemu ramai kawan baru di sini,” tambahnya.

Senada dengan itu, sastrawan dan penyair muda Indonesia asal Lamahala, Flores Timur, Bara Pattyradja, turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan PPN XIV Aceh.

Ia menilai kolaborasi antara komunitas sastra, pemerintah daerah, lembaga kebudayaan, perguruan tinggi, relawan, serta para mitra pendukung menjadi kunci suksesnya acara tersebut.

“Aceh tidak hanya menyambut kami dengan tangan terbuka, tetapi juga dengan beribu debar di dada. PPN XIV Aceh keren dan luar biasa,” ungkapnya.

Closing Ceremony PPN XIV Aceh menjadi penutup yang penuh kesan, menegaskan peran penting sastra sebagai jembatan budaya dan pemersatu bangsa-bangsa di kawasan Nusantara.(Rnld)