posaceh.com, Banda Aceh – Kawasan pariwisata pantai eksotis mulai dari Ulee Lheue sampai Gampong Jawa atau Gampong Pande pada malam hari tidaklah seramai pada sore hari.
Para pedagang yang berjualan mulai dari sebelum Masjid Jami’ Baiturrahim masih pada tempatnya sejak sore sampai malam hari sekitar pukul 08.00 WIB untuk melayani pembeli datang untuk menikmati malam di pantai.
Sebagian besar menjual bakso, tempe atau tahu bakar atau juga aneka minuman segar, termasuk jagung bakar, namun tidak banyak pengunjung yang datang, walau masih hari libur, kemungkinan masih jam 8 malam.
Pantauan yang dilakukan pada Jumat (30/5/2025) malam, kondisi Jalan T Iskandar Thani, mulai dari Punge Blangcut sampai Ulee Lheue masih lengang dari kendaraan, baik roda dua maupun empat.
Begitu masuk ke pintu gerbang pantai Ulee Lheue, terlihat satu cafe di bawah jembatan yang dipenuhi dengan lampu menambah semarak pengunjung yang datang untuk menikmati malam sambil minum kopi dan lainnya.
Namun, belum banyak pengunjung yang datang, seiring banyak kursi kosong. Begitu juga di Ulee Lheue Park yang dibangun oleh Pemerintah Kota Banda Aceh juga tidak banyak pengunjung.
Kios makanan yang menyediakan minuman dan makanan tampak sepi dari pengunjung, hanya tampak anak-anak yang naik sepeda motor listrik yang disewakan di tempat itu.
Juga terdapat tempat melukis anak-anak yang juga masih sepi dari pengunjung. Tidak ada aktivitas yang mencolok di taman ini yang dipenuhi lampu untuk menerangi kawasan, termasuk di jembatan yang kerap tempat berfoto atau selfie para remaja.
Melaju lagi ke arah pelabuhan, pedagang jagung bakar, sate, kelapa muda atau lainnya dengan penerangan seadanya juga masih sepi pengunjung. Begitu juga di landmark Ulee Lheue dekat pintu masuk pelabuhan, hanya beberapa orang yang duduk sambil minum air kelapa muda.
Saat melaju ke arah Gampong Jawa dari sisi pelabuhan, banyak yang duduk di atas bangku beton yang dibangun Pemko Banda Aceh sambil bercengkerama sesamanya atau juga satu keluarga yang duduk makan bersama.
Di kawasan ini, lampu penerangan memang sudah memadai sampai naik ke atas jembatan menuju Gampong Jawa. Di bawah sinar bulan Sabit, demburan ombak laut terdengar keras dengan sejumlah orang duduk di atas bebatuan tanggul penahan ombak.
Dari atas jembatan sudah terlihat lampu panel surya yang dipasang oleh Pemko Banda Aceh, bahkan Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal ikut menyaksikan pemasangan lampu pada pertengahan bulan Mei 2025 ini.
Area ini yang sebelum gelap gulita tanpa penerangan lampu, kini menjadi terang benderang, sehingga memudahkan pengunjung untuk duduk dengan aman di atas batu sambil memandang di kejauhan lampu boat nelayan.
Deburan hempasan ombak ikut menyemarakkan suasana malam di bawah lampu panel surya. Bukan hanya pengunjung yang merasa lebih aman, tetapi juga para pemancing yang biasa berada di lokasi itu untuk memancing ikan.
Tetapi, masih ada area tanpa lampu panel surya, bahkan ada dua lampu panel surya tidak hidup, sehingga di area itu tampak gelap. Tetapi, secara umum sudah memadai untuk pengunjung, penerangan lampu sudah membantu kenyamanan mereka saat duduk santai di atas bebatuan besar tanggul.
Hal lainnya, sebagian jalan sudah rusak dihantam gelombang air laut, sehingga pengendara, baik roda dua maupun empat harus hati-hari saat melaju di area itu, baik dari arah Ulee Lheue maupun Gampong Jawa.
Seperti setengah badan jalan rusak, sehingga hanya satu sisi yang bisa dilintasi atau juga bergelombang tergerus kuat hantaman gelombang air laut, walaupun sudah ada tanggul. Jalan ini sebenarnya sudah mulus beberapa waktu lalu, tetapi kembali rusak akibat gelombang air laut.
Memasuki dekat tugu Kilometer Nol Banda Aceh, sejumlah warung yang berada di sisi tepi pantai masih buka, tetapi minim pengunjung, hanya beberapa orang yang terlihat di dalamnya.
Sedangkan area tugu kilometer nol tampak terang benderang, tetapi tidak ada yang melakukan aktivitas di tempat itu. Salah seorang pedagang warung yang sempat ditemui menyatakan pengunjung biasanya ramai pada malam Minggu, baik remaja putra-putri maupun anggota keluarga.
Sedangkan jadwal buka warung malam hari disesuaikan dengan ramai atau tidaknya pengunjung, antara pukul 10.00 sampai pukul 12.00 malam. Hal sama juga diutarakan pedagang bakso bakar di Ulee Lheue, malam Minggu biasanya ramai pengunjung, sedangkan malam lainnya tidak ramai.
Itulah kondisi malam hari di kawasan pantai paling populer di Banda Aceh, warga membatasi aktivitas di malam hari ke pantai, lebih memilih beristirahat di rumah bersama anggota keluarga.(Adv)
