Parlementaria

Pimpinan DPRK Terima Audiensi Komisioner Baitul Mal Kota Banda Aceh

1715
×

Pimpinan DPRK Terima Audiensi Komisioner Baitul Mal Kota Banda Aceh

Sebarkan artikel ini
FOTO/ HUMAS DPRK BANDA ACEH Ketua DPRK Farid Nyak Umar bersama Wakil Ketua I DPRK Usman SE menerima kunjungan dan audiensi jajaran Komisioner BMK Banda Aceh yang dipimpin langsung oleh Ketuanya, Tgk. Asqalani di ruang kerja Ketua DPRK Banda Aceh, Rabu (27/01/21).

posaceh.com, Banda Aceh – Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh yakni Ketua DPRK Farid Nyak Umar bersama Wakil Ketua I DPRK Usman SE menerima kunjungan dan audiensi jajaran Komisioner Baitul Mal Kota (BMK) Banda Aceh yang dipimpin langsung oleh Ketuanya, Tgk. Asqalani di ruang kerja Ketua DPRK Banda Aceh, Rabu (27/01/21).

Dalam audiensi yang berlangsung penuh keakraban itu Baitul Mal Kota Banda Aceh menyampaikan progres tahun 2020 serta perencanaan sejumlah program kerja tahun 2021.

Pada kesempatan itu, Ketua DPRK Farid Nyak Umar mendorong peningkatan kinerja Baitul Mal Kota dalam merealisasikan target pendapatan asli daerah (PAD) yang bersumber dari zakat di Kota Banda Aceh.

Sebab sesuai data yang kami terima pada tahun 2019 lalu BMK merealisasikan target PAD dari zakat sebesar Rp.16, 467 milyar (84%) dari target Rp 19,604 milyar, namun pada tahun 2020 terjadi penurunan realisasi PAD sebesar 75% (Rp 16,902 miliar) dari target sebesar Rp. 22,349 milyar.

Sedangkan untuk tahun 2021 target PAD dari zakat telah ditetapkan sebesar Rp. 24 milyar. Karena itu Baitul Mal perlu melahirkan terobosan yang inovatif dan kreatif demi tercapainya target realisasi PAD tersebut.

“Terobosan inovatif dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi kekinian yakni, menyediakan layanan aplikasi yang memudahkan masyarakat dalam menyalurkan zakat infaq dan shadaqah (ZIS) melalui gadget, apalagi Banda Aceh sebagai bagian dari smart city,” katanya.

Selain itu, Farid juga berharap BMK dapat meluncurkan program ‘Bulan Sadar Zakat’ dengan melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat agar proses sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan pemahaman dan semangat dalam berzakat.

“Jadi BMK menyiapkan bahan ceramah untuk disampaikan oleh para da’i melalui mimbar jum’at, ceramah atau kegiatan pengajian lainnya sebagai sarana sosialisasi zakat,” tuturnya.

Selain itu BMK juga bisa membuka posko atau counter penerimaan ZIS di tempat keramaian dan fasilitas publik dengan pelibatan tenaga penyuluh. Mengajak masyarakat bersedekah pada subuh hari melalui aplikasi yang dibuat oleh Baitul Mal, serta inovasi dan kreatifitas lainnya. “Harapannya selama sebulan itu masyarakat bisa merasakan kesempatan baik untuk menyalurkan zakat melalui Baitul Mal Kota,” ujar Farid.

Disampaikan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dimana saat pembahasan APBK Tahun 2021, Pemko dan DPRK sudah sepakat bahwa perlu dilakukan assessment atau penilaian terhadap potensi zakat di Banda Aceh dengan melibatkan lembaga yang berkompeten dan kredibel.

“Hasil assessment tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam penentuan target PAD, khususnya pada sektor zakat untuk tahun berikutnya,” terangnya.

Lebih lanjut Farid juga meminta Baitul Mal Kota agar melakukan koordinasi dengan Komisi I DPRK selaku mitra kerja, guna menindaklanjuti berbagai persoalan yang berpengaruh terhadap peningkatan PAD.

“Kami mendorong agar Baitul Mal Kota terus meningkatkan transparansi pengelolaan dana zakat Dengan adanya transparansi maka akan meningkatkan partisipasi publik, sebab masyarakat dapat mengetahui dan memastikan dana yang disalurkan ke Baitul Mal diserahkan kepada yang berhak,” harapnya.

Diantaranya dengan mempublikasikan secara priodik di media cetak (online) atau dengan membuat brosur (leaflet) yang dibagikan kepada Muzakki sehingga semakin timbul kepercayaan masyarakat bahwa ketika mereka menitipkan amanah berupa ZIS dapat disalurkan kepada yang berhak menerimanya. (Alhamdulillah selama ini BMK sudah mempublis beberapa progres melalui baliho).
Baitul Mal Kota juga perlu memperkuat hadirnya Baitul Mal Gampong di 90 gampong Banda Aceh, agar gaung dan semangat berzakat semakin membahana di ibukota Propinsi Aceh ini.

DPRK menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota dan Baitul Mal Kota Banda yang telah mendapat penghargaan dari BAZNAS dalam hal pengelolaan zakat terbaik di Aceh bahkan nasional.

Di akhir pertemuan, Ketua BMK yang didampingi anggota komisioner yaitu Ust. Muzakkir Hanka, Bu Aisyah, Abdul Munir, dan Suria Darma menyampaikan bahwa pada tahun 2020, Baitul Mal telah menyalurkan ZIS berdasarkan alokasi asnaf sebesar Rp 15,385 milyar dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 11.536 orang.(Adv)