Pemkab Aceh Besar

Pimpin Upacara Hari Santri, Bupati Aceh Besar Ajak Santri Lestarikan Bahasa Aceh

8
Bupati Aceh Besar H Muharram Idris (Syech Muharram) menyampaikan sambutannya, saat memimpin upacara pengibaran bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026, di Kompleks Dayah Ruhul Falah Anak Bangsa, Gampong Gue Gajah, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Kamis (22/10/2026). FOTO/ WAHYU DESMI

posaceh.com, Kota Jantho – Bupati Aceh Besar H Muharram Idris (Syech Muharram), mengajak para santri untuk membiasakan penggunaan bahasa Aceh dalam kehidupan sehari-hari sebagai upaya melestarikan bahasa, budaya, dan warisan leluhur.

Ajakan itu disampaikan Bupati Syech Muharram saat memimpin upacara pengibaran bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026, di Kompleks Dayah Ruhul Falah Anak Bangsa, Gampong Gue Gajah, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Kamis (22/10/2026).

Bupati Syech Muharram menyayangkan semakin berkurangnya penggunaan bahasa Aceh dalam kehidupan masyarakat, padahal bahasa merupakan bagian penting dari identitas suatu bangsa.

Bupati Aceh Besar H Muharram Idris (Syech Muharram) menyerahkan secara simbolis bantuan kepada guru dayah, usai upacara pengibaran bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026, di Kompleks Dayah Ruhul Falah Anak Bangsa, Gampong Gue Gajah, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Kamis (22/10/2026). FOTO/ WAHYU DESMI

“Geutanyoe nyoe darah Aceh, lahee dari ureung Aceh, tapi cukop tasayangkan bahasa, budaya dan khasanah yang geu tinggai lee indatu geutanyoe yang geu ciptakan selama bertahun-tahun, tapi uroe nyoe dengon mudahnya geutanyoe lupakan,” ujarnya.

Syech Muharram menegaskan, masyarakat Aceh harus bangga menggunakan bahasa daerah dan tidak meninggalkan warisan budaya yang telah dijaga oleh generasi terdahulu.

Untuk membangun kebiasaan tersebut, Syech Muharram mengajak seluruh masyarakat, khususnya para santri, menggunakan bahasa Aceh setiap hari Kamis, baik di lingkungan sekolah, perkantoran maupun dalam pergaulan sehari-hari.

Bupati Aceh Besar itu juga meminta para santri membiasakan penggunaan bahasa Aceh di lingkungan keluarga, meskipun orang tua mereka sehari-hari menggunakan bahasa Indonesia.

Paskibraka mengibarkan bendera Merah Putih pada Hari Santri Nasional 2026, di Kompleks Dayah Ruhul Falah Anak Bangsa, Gampong Gue Gajah, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Kamis (22/10/2026). FOTO/ WAHYU DESMI

“Dalam rumoeh gunakanlah bahasa Aceh. Walaupun mak atau ureung syiek geutanyoe geumarit ngeun bahasa Indonesia, tapi geutanyoe taseuot ngeun bahasa Aceh. Setuju?” katanya yang disambut ajakan kepada para santri untuk menerapkan kebiasaan tersebut.

Menurutnya, bahasa merupakan salah satu identitas yang menunjukkan asal-usul suatu bangsa. Syech Muharram mencontohkan masyarakat Minangkabau, Batak, Jawa, Tionghoa, dan India yang tetap menggunakan bahasa masing-masing ketika bertemu dengan sesama komunitasnya.

“Lihatlah orang Padang, Batak, Jawa, Tionghoa, dan India. Ketika bertemu dengan sesamanya, mereka tetap menggunakan bahasa sendiri. Kita orang Aceh, juga harus bangga menggunakan bahasa Aceh dan tidak malu memakai bahasa asli kita,” terang Syech Muharram.

Pada kesempatan itu, Syech Muharram juga mengapresiasi pemerintah pusat yang telah menetapkan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional. Ia juga berharap momentum Hari Santri menjadi awal penguatan keadilan bagi lembaga pendidikan dayah, terutama terkait kesejahteraan guru.

“Mari kita sama-sama untuk terus berusaha serta mendoakan terwujudnya kesetaraan insentif bagi guru dayah dengan tenaga pendidik di lembaga pendidikan formal,” imbuhnya.

“Dalam Undang-Undang Dasar 1945 disebutkan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan yang layak. Karena itu, kita berharap guru-guru dayah juga mendapatkan perhatian dan kesejahteraan yang lebih baik,” sambung Syech Muharram.

Foto bersama usai penyerahan bantuan secara simbolis kepada para guru dan santri dayah di Aceh Besar, pada peringatan Hari Santri Nasional 2026, di Kompleks Dayah Ruhul Falah Anak Bangsa, Gampong Gue Gajah, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Kamis (22/10/2026). FOTO/ WAHYU DESMI

Dalam kesempatan itu, Syech Muharram turut membacakan amanat Menteri Agama Republik Indonesia, yang berbunyikan “Peringatan Hari Santri Nasional 2026 mengusung tema Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”.

Tema tersebut menegaskan bahwa santri memiliki tanggung jawab besar dalam menentukan masa depan bangsa. Jika pada masa lalu santri berperan dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan, kini santri diharapkan berkontribusi melalui pendidikan, penguatan karakter, penguasaan ilmu pengetahuan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Lebib lanjut, sebagai bentuk perhatian terhadap pendidikan dayah dan kesejahteraan santri, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar juga menyalurkan bantuan kepada para guru dayah serta 570 santri kurang mampu dari berbagai dayah di Aceh Besar.

Upacara peringatan Hari Santri Nasional tersebut turut dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan dayah, serta ratusan santri dari Dayah Ruhul Falah Anak Bangsa dan sejumlah dayah lainnya di Aceh Besar.(Why)

Exit mobile version