Pemerintah AcehWisata

Pesona Pidie Jaya, Wisata Krueng dan Arung Jeram di Negeri Japakeh

1184
×

Pesona Pidie Jaya, Wisata Krueng dan Arung Jeram di Negeri Japakeh

Sebarkan artikel ini
Keindahan Sungai Lhoksandeng Pidie Jaya dengan olahraga arung jeram. Foto: Dok IST untuk AJNN.

posaceh.com – Pidie Jaya – Kabupaten Pidie Jaya (Pijay) dikenal sebagai negeri Japakeh, Kabupaten ini memiliki sejumlah objek wisata yang memiliki pesona keindahan alam, seperti wisata krueng atau sungai yang terletak di Gampong Lhoksandeng, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya. Namun keindahan destinasi keindahan alam yang masih asri tersebut sepertinya perlu mendapatkan sentuhan dari pemerintah setempat.

Saat ini akses jalan menuju lokasi sungai Lhoksandeng masih berkerikil. Namun kondisi tersebut tidak menyurutkan minat pengunjung wisatawan lokal maupun nasional untuk menikmati air deras sungai dan kesegaran alam pegunungan di kabupaten yang dipimpin Bupati Aiyub Abbas itu.

Sejak dibukanya wisata sungai arung jeuram Lhoksandeng tahun 2020 oleh Bupati Pidie Jaya Ayub Abbas, masyarakat sangat antusias menantikan pengembangan sarana dan prasarana tempat wisata berkelanjutan di kawasan tempat wisata Lhoksandeng.

Kepala Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Pidie Jaya, Saifuddin mengatakan, di berbagai daerah di Indonesia khususnya di Aceh terus berbenah tempat wisata karena dinilai dapat menumbuhkan perekenomian masyarakat serta kemajuan daerah sebagai ajang promosi wisata untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Di Pidie Jaya, wisata sungai yang sangat menarik dijadikan dan telah diresmikan sebagai objek wisata arung jeram adalah, Krueng Lhok Pineung di Gampong Lhok Sandeng. Sungai ini sangat menarik dan layak dikembangkan karena dapat diminati masyarakat secara umum serta dapat mempengaruhi terhadap kemajuan daera. Namun katanya, pengembangan arung jeram di Pidie Jaya masih terkendala oleh fasilitas sampan yang belum memadai sebagai acuan dasar operasional. Sungai Lhoksandeng diwacanakan menjadi tempat wisata yang menyajikan pelayanan jasa naik sampan melewati arus sungai sesuai SOP, keselamatan dengan tarif terjangkau telah diupayakan sambil menikmati alam dan air pegunungan yang jernih.

Kejernihan air sungai Lhoksandeng dan keindahan alam yang masih natural sangat potensial jika dijadikan ikon desa wisata atau Kelompok Desa Sadar Wisata (Pokdarwis) sebagaimana telah dilakukan oleh Daerah yang telah maju di sektor pariwisata dan analisa kelayakan masyarakat kreatif dalam memberikan performa yang menarik terhadap pariwisata.

“Desa Lhoksandeng terkenal dengan pegunungan asri di Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya yang memiliki area yang luas dan layak untuk dikembangkan untuk tempat wisata berbasis syariah,” kata Saifuddin. Setali tiga uang, sungai Lhok Sandeng itu bermuara ke kuala Meureudu, sungai itu juga melintasi Gampong Blang Awe.

Kini, pemerintah Gampong Blang Awe juga mengembangkan sungai tersebut sebagai objek wisata. Keuchik (Kepala Desa) Gampong Blang Awe, M Ali Abdullah kepada AJNN, Rabu (27/7) mengatakan, sungai yang sejalur dengan sungai Lhok Pineung itu kini telah dijadikan lokasi wisata. Dijelaskan, dulu disana merupakan lokasi irigasi. Namun, karena sudah tidak ada irigasi, maka dimanfaat oleh gampong untuk dijadikan tempat wisata. Akses jalan menuju kesana pun mudah dilalui dengan jalan yang sudah beraspal.

“Alhamdulillah masyarakat sangat mendukung hadirnya objek wisata di sini. Dan pengunjungnya sudah lumayan ramai pada hari libur,” kata Ali. Disamping sebagai lokasi bersantai, M Ali juga menyebutkan, sungai itu sangat layak dijadikan sebagai objek arung jeram. “Kalau untuk arung jeram sangat cocok dikembangkan disini, panjang treknya sampai lebih kurang lima kilometer,” sebutnya. “Namun untuk fasilitas sarana dan prasarana, loaksi wisata ini masih sangat minim. Kami butuh dukungan dan perhatian pemerintah,” tambah M Ali. Kadisporapar Pidie Jaya, Saifuddin menyebutkan, suatu objek wisata sangat mudah dikembangkan kalau mendapat dukungan penuh dari masyarakat.

“Kalau tidak ada kerja sama dengan masyarakat sulit untuk dikembangkan. Dan tentunya, wisata Blang Awe ini akan mudah dikembangkan, karena memang tumbuh dari masyarakat. Dan lokasi wisata ini telah di SK kan oleh Bupati Pidie Jaya sebagai objek wisata islami di Pidie Jaya. Dan yang pasti, pemerintah mendukung penuh pengembangan lokasi wisata,” kata Saifuddin. Untuk sarana dan prasarana di lokasi wisata sungai Blang Awe itu, pihaknya akan mengusahakan pada anggaran tahun 2023. (Adv)