posaceh.com, Kota Jantho – Perumdam Tirta Mountala Aceh Besar terus melakukan pembenahan pelayanan sekaligus menyiapkan solusi jangka panjang untuk mengatasi dampak kemarau ekstrem yang menyebabkan penurunan debit sumber air di Mata Ie, Cabang Darul Imarah.
Dewan Pengawas Perumdam Tirta Mountala Aceh Besar, T Abulis Samarkhan mengatakan, kekeringan yang terjadi tahun ini merupakan salah satu yang terparah dalam beberapa tahun terakhir sehingga memengaruhi distribusi air bersih kepada pelanggan. Menindaklanjuti kondisi tersebut, Perumdam telah menjalankan langkah penanganan jangka pendek dan menyiapkan program pengembangan infrastruktur air minum sesuai arahan Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM).
“Untuk penanganan jangka pendek, kami terus mendistribusikan air bersih menggunakan truk tangki ke wilayah Cabang Darul Imarah dan lokasi lain berdasarkan laporan serta kebutuhan masyarakat,” ujar Abulis, di Aceh Besar, Selasa (5/8/2026) malam.
Untuk solusi jangka panjang, lanjutnya, Perumdam merencanakan pembangunan sistem jaringan distribusi induk yang terintegrasi melalui interkoneksi antarcabang, mulai dari Indrapuri, Siron hingga Darul Imarah. Sistem tersebut diharapkan mampu memperkuat pasokan air dengan menghubungkan instalasi pengolahan air (IPA) sehingga distribusi dapat dialihkan ke wilayah yang mengalami gangguan sumber air.
Selain itu, Dewan Pengawas dan Direksi juga terus membangun komunikasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum melalui BPBPK serta sejumlah anggota DPR RI asal Aceh guna memperoleh dukungan pembangunan infrastruktur air minum di Aceh Besar.
“Alhamdulillah, pada tahun 2026 Aceh Besar mendapat dukungan pembangunan SPAM IKK Seulimeum berkapasitas 40 liter per detik yang nantinya akan memperluas pelayanan air bersih hingga Kuta Cot Glie,” katanya.
Abulis berharap sinergi antara Pemkab Aceh Besar, Perumdam Tirta Mountala, Pemerintah Aceh, dan pemerintah pusat terus diperkuat agar pembangunan sistem penyediaan air minum dapat diperluas ke wilayah lain, seperti Ingin Jaya dan Sukamakmur.
Ia juga optimistis Perumdam Tirta Mountala akan semakin mandiri melalui penguatan finansial, perencanaan yang matang, serta pembenahan internal, termasuk penertiban kehilangan air akibat kebocoran jaringan dan sambungan ilegal.
“Kami mengajak masyarakat bersama-sama mengawasi dan melaporkan sambungan ilegal agar penertiban dapat dilakukan lebih cepat sehingga pelayanan air bersih kepada masyarakat semakin optimal,” pungkasnya.(C’Boy)











