Pemkab Aceh Besar

Pertanian Aceh Besar Hadapi Serangan Hama dan El-Nino

1342
×

Pertanian Aceh Besar Hadapi Serangan Hama dan El-Nino

Sebarkan artikel ini
Petani sedang melakukan pengendalian serangan Hama pada padi di gampong Bha Ulee Tutu Kecamatan Simpang tiga, Rabu (10/01/2024). FOTO/MC ACEH BESAR

posaceh.com, Kota Jantho – Pertanian Aceh Besar telah memasuki masa perawatan tanaman padi ditengah situasi serangan hama wereng dan El-Nino, Jantho, Rabu (10/01/2024).

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Besar melalui Kepala Bidang Penyuluhan Rita Aulia mengatakan Aceh Besar diwilayah timur sedang menghadapi situasi El-Nino sehingga menyebabkan padi terserang penyakit.

“Untuk saat ini penyuluh sudah berkoordinasi dengan POPT untuk mengatasi masalah yang dihadapi petani, khususnya diwilayah timur,” ujar Rita.

Hamparan sawah yang di serangan Hama pada padi di gampong Bha Ulee Tutu Kecamatan Simpang tiga, Rabu (10/01/2024). FOTO/MC ACEH BESAR

Ia juga menjelaskan untuk komoditi padi, serangan OPT terjadi seperti penyakit hawar daun, dan ini terpantau dari benih sudah ada serangannya dibeberapa lokasi misalnya di kecamatan montasik, dan indrapuri dan beberapa kecamatan sekitarnya.

“Terpantau cuaca panca roba sangat berpotensi cepatnya perkembangan hama dan penyakit pada tanaman padi, akan tetapi terkait hal ini sudah dikoordinasikan dengan para PPL dan OPT agar terus mendampingi petani untuk melakukan pengamatan terhadap perkembangan serangan pada tanaman padi,” jelas Rita.

Pemantauan kondisi serangan Hama pada padi di gampong Bha Ulee Tutu Kecamatan Simpang tiga, Rabu (10/01/2024). FOTO/MC ACEH BESAR

Sementara Khaidir Koordinator Balain Penyuluh Pertanian Kecamatan Simpang Tiga mengatakan menurut jadwal telah memasuki masa perawatan dari organisme pengganggu seperti serangan wereng dan gejala lain yang ditimbulkan oleh patogen.

“Untuk saat ini berdasarkan pengamatan tim penyuluh dilapangan, karena sedang masuk dalam masa perawatan dari organisme pengganggu seperti serangan wereng dan gejala lain yang ditimbulkan oleh patogen,” ujarnya.

Ia berharap para petani sudah bisa melakukan tindakan pengendalian hama dan pembersihan gulma dengan penaburan abu dapur, pemupukan sesuai kebutuhan, pemupukan unsur “N” tidak berlebihan, penyomprotan Pesnab Exstrad daun sirih, Bawang putih, deterjen.

“Terkait gulma atau rumput liar dalam petakan sawah, tidak menjadi masalah saat ini, karena dalam sawah ketersediaan airnya cukup,” pungkas Khaidir.(AMZ/*)