posaceh.com, Banda Aceh – Pernyataan Juru Bicara (Jubir) Pemerintah Aceh, Muhammad MTA yang menyebutkan Ketua DPD Partai Gerindra Aceh layaknya seorang buzzer partai, bukan saja melecehkan tapi juga telah melukai perasaan semua kader Partai Gerindra Aceh.
Hal itu disampaikan seorang kader Partai Gerindra Kota Banda Aceh, Agustian Putra SH yang mengaku sangat kecewa dengan pernyataan yang disampaikan Jubir Pemerintah Aceh Muhammad MTA, yang menurutnya telah melecehkan Ketua Partai Gerindra Provinsi Aceh.
Menurut Agus, statemen MTA yang menyatakan Ketua DPD Partai Gerindra Aceh itu layaknya seorang buzzer partai, sangatlah tidak pantas diucapkan oleh seorang Jubir Gubernur.
“Pernyataan jubir Pemerintah Aceh tersebut telah melukai seluruh kader Gerindra Aceh, kami tidak bisa mentolerir pernyataan MTA seperti itu, justru sebaliknya dialah yang layak disebut buzzer pemerintah Aceh, ungkap Agus kepada media ini, di Kantor DPC Gerindra Kota Banda Aceh, Minggu (05/02/2023).
“Sudah seharusnya seorang ketua partai politik mengkritisi jalannya pemerintahan apabila dirasakan masih belum berpihak kepada rakyatnya,” sebut Agus yang juga sebagai seorang pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kota Banda Aceh.
Selama ini, kata Agus, apa yang kita lihat belum ada suatu tindakan nyata dalam upaya mengentaskan kemiskinan di Provinsi Aceh. Seharusnya seorang Pj sangatlah mudah menyelesaikan segala persoalan di Aceh yang selama ini belum juga mampu diatasi oleh pemimpin sebelumnya.
“Penjabat Gubernur itukan tidak ada beban politik apapun, tidak ada keluar modal besar dalam menduduki jabatan gubernur. Jadi dia dengan mudah meluruskan segala persoalan yang masih membelenggu hingga saat ini,” jelasnya.
“Sangatlah wajar kalau ketua partai kami mengkritisi bila persoalan kemiskinan di Aceh belum mampu diselesaikan oleh seorang Pj hingga saat ini,” sambungnya lagi.
“Jadi, apa yang diucapkan oleh MTA tersebut apakah mewakili gubernur atau mewakili dirinya sendiri?” ujar Agus mempertanyakan.
Selaku kader Partai Gerindra, ia sangat kecewa dengan pernyataan MTA, yang dinilainya tidak begitu mengenal siapa sosok Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Aceh.
“Kalau belum habis mengenal sosok seseorang, janganlah menyerang pribadi orang tersebut,” kata Agus.
Oleh karena itu, pihaknya mempertimbangkan untuk melaporkan Jubir MTA ke Polda Aceh atas perbuatan tidak menyenangkan terhadap Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Aceh. “Melecehkan ketua partai kami sama juga dengan melecehkan partai kami tercinta ini,” tutupnya. (Muiz/*)
