Olahraga

Permainan Tim Sepak Bola Pra PORA Aceh Besar Terus Menunjukkan Tren Peningkatan

589
Pemain Pra PORA Aceh Besar berpose bersama seusai laga persahabatan melawan tim Pra PORA Sabang di Stadion PS AMLA, Lapangan Sepak Bola Gampong Lamteungoh, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar pada Kamis (19/6/2025) sore. FOTO/MUHAMMAD NUR

posaceh.com, Banda Aceh – Permainan tim Pra PORA Aceh Besar terus menunjukkan tren peningkatan seusai melakukan uji coba empat kali dengan tim senior dan satu kali laga persahabatan yang sudah seperti setengah kompetisi.

Pelatih tim Pra PORA Aceh Besar, Mukhlis Nakata mengakui permainan anak asuhnya terus menunjukkan peningkatan yang berarti sebelum menuju laga resmi Pra PORA di Bireuen.

“Sudah ada peningkatan yang berarti selama uji coba ini,” kata Nakata seusai laga persahabatan melawan tim Pra PORA Sabang di Stadion PS AMLA, Lapangan Sepak Bola Gampong Lamteungoh, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar pada Kamis (19/6/2025) sore.

Dikatakan, laga melawan tim Pra PORA Sabang merupakan pertandingan yang sesungguhnya, di mana sama-sama mempersiapkan diri untuk dapat lolos ke PORA Aceh Jaya 2026.

Nakata menyatakan dalam laga melawan Sabang, anak asuhnya sudah mampu menerapkan sebagian besar pola pelatihan yang telah diberikan selama ini di sejumlah lapangan berbeda.

Pantauan di lapangan, pemain Pra PORA Aceh Besar yang rata-rata berusia 16 sampai 18 tahun sudah mampu menerapkan pola permainan yang enak ditonton, walau kadang-kadang harus mendapat instruksi pelatih dari pinggir lapangan.

Namun, pada laga persahabatan ini, tim Pra PORA Aceh Besar kebobolan pada menit-menit awal babak pertama dan kedua. Berdasarkan hal ini, tampak pemain Aceh Besar belum siap 100 persen pada awal permainan.

Tim Pra PORA Sabang mengetahui betul kondisi itu, seusai menjebol gawang Pra PORA Aceh Besar pada menit ke-5 babak pertama. Saat sudah tertinggal 2-1 pada babak pertama, tim Sabang langsung melakukan gebrakan ke area pertahanan Aceh Besar.

Tanpa menunggu lama, dengan laga dipimpin wasit asal Aceh Besar, Munazir D bersama dua hakim garis, pada menit ke-2 babak kedua, gawang Aceh Besar kebobolan, sehingga skor menjadi 2-2.

Pelatih tim Pra PORA Aceh Besar, Mukhlis Nakata. FOTO/BEDU SAINI

Seusai kebobolan, baru pemain Aceh Besar kembali menemukan ritme permainan untuk meredam serangan Sabang yang merasa sudah kembali di atas angin. Pada awal permainan, Aceh Besar terus mendapat serangan dari Sabang dengan pemain terus berkicau di tengah lapangan.

Sebaliknya, pemain Aceh Besar terdiam, sampai-sampai pelatih Mukhlis Nakata harus berteriak keras dari pinggir lapangan agar seluruh pemain melakukan komunikasi. Kondisi itu berubah sesuai gol Sabang terjadi, pemain Aceh Besar kembali berusaha melakukan komunikasi.

Namun, bukan hanya pemain Sabang yang mulai mengurangi suara kicauan, pemain Aceh Besar juga melakukan hal sama, fokus dalam permainan. Serangan kedua tim saling silih berganti, sehingga peluang gol tercipta.

Namun, dari sejumlah serangan, termasuk tendangan bebas Aceh Besar dan Sabang tidak berhasil menyarangkan bola ke gawang. Aceh Besar hampir kecolongan pada babak kedua, hasil sepakan pojok pemain Sabang.

Sebuah kemelut di depan gawang, bola sempat ditangkap oleh kiper Aceh Besar, tetapi terlepas yang kemudian ditendang ke gawang oleh pemain Sabang. Namun, hakim garis sudah mengangkat bendera yang berarti terjadi offside dan gol pun dibatalkan oleh wasit.

Pertandingan pun dilanjutkan dengan tempo permainan semakin tinggi. Benturan demi benturan terjadi antar pemain, sehingga harus ada pemain yang harus diganti, begitu juga dengan kiper yang mengalami cedera.

Skema serangan yang dilakukan Aceh Besar benar-benar solid, baik dari sayap maupun lapangan tengah. Begitu juga dengan area pertahanan, bek mampu menjaga areanya dengan baik.

Sehingga, pemain Sabang kerap melakukan tendangan dari luar kotak penalti, hanya sebagian yang mengarah ke penjaga gawang. Sebaliknya, pemain Aceh Besar terus mencoba menerobos pertahanan Sabang dan pada satu bola terobosan, tendangan melambung dari Nazir berhasil membawa Aceh Besar unggul sampai akhir laga.

Bila ditelisik lagi ke belakang, laga melawan tim senior di sejumlah lapangan Aceh Besar, permainan tim junior Pra PORA belum menunjukkan permainan yang baik. Kemampuan mengolah bola masih kalah jauh, walau mampu mengimbangi permainan.

Namun, pada laga uji coba pertama melawan PS Karya Utama Lamreung, tim Pra PORA Aceh Besar berhasil unggul 2-0. Tetapi, pada dua laga berikutnya, melawan tim PSAB senior, kalah tipis 2-1 dan melawan PS Meunasah Tuha, Peukan Bada, kalah 2-0.

Sebaliknya, saat uji coba keempat melawan tim senior Academy Rampango, Pango, Ulee Kareng, Banda Aceh, tim Pra PORA Aceh Besar menang telak 4-1, walau awalnya sempat tertinggal 0-1.

Tren itu terus berlanjut saat melawan tim seusianya, tim Pra PORA Sabang, kembali unggul dengan skor 3-2. Dari hasil uji coba dan laga persahabatan ini, sudah terlihat tren permainan yang meningkat, walau masih harus diasah ketajaman dalam menjebol gawang lawan.

Dari pelatihan sampai uji coba dan laga persahabatan, kekompakan tim semakin solid, baik dalam menyerang maupun bertahan. Diharapkan, tren ini akan terus berlanjut saat laga persahabatan melawan tim Pra PORA Banda Aceh dan laga resmi sepak bola Pra PORA di Bireuen.(Muh)

Exit mobile version