posaceh.com, Banda Aceh – Kiper Pra PORA Aceh Besar yang menjadi tulang punggung terakhir area pertahanan dari serangan tim lawan masih kurang fokus dalam mengantisipasi datangnya bola secara tiba-tiba.
Hal itu terlihat dalam laga persahabatan melawan tim Pra PORA Sabang di Stadion PS AMLA, Lapangan Sepak Bola Gampong Lamteungoh, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar pada Kamis (19/6/2025) sore.
Pada babak pertama menit ke-5, tendangan mendatar dari sayap kanan gawang Pra PORA Aceh Besar oleh pemain Sabang tidak berhasil diantisipasi dengan baik oleh kiper yang akrab dipanggil Yoyok.
Bola sebenarnya sempat dalam genggamannya, tetapi tiba-tiba terlepas dan menggelinding ke dalam gawang. Awalnya, pemain Sabang terdiam saat ditangkap, tetapi langsung meluapkan kegembiraan sesuai bola masuk sendiri ke gawang.
Setelah itu, Yoyok berhasil mengamankan sejumlah tendangan pemain Sabang dengan baik dan tidak ada lagi kebobolan sepanjang babak pertama. Begitu juga pada menit ke-2 babak kedua, kiper kedua yang menggantikan Yoyok hanya termangu melihat bola melambung melewatinya ke dalam gawang.
Kiper kedua juga hampir membuat blunder, saat bola melambung mengarah ke gawang, dia hanya terdiam tanpa berbuat apa-apa, yang awalnya dikira menjadi gol, ternyata mengenai tiang gawang.
Para pelatih dan pemain Aceh Besar yang duduk di pinggir lapangan sampai berdebar-debar, akhirnya menjadi lega seusai selamat dari kebobolan. Kiper kedua ini juga membuat kesalahan fatal, mengantisipasi tendangan bebas dengan bola jauh di atas mistar gawang sampai terjatuh dan akhirnya cedera dan digantikan kiper ketiga, Fathir.
Seusai laga, pelatih kiper Pra PORA Aceh Besar, Rahmanuddin mengakui kipernya masih kurang fokus mengantisipasi datangnya bola secara tiba-tiba. “Kiper kurang fokus dalam mengantisipasi datangnya bola,” ujarnya sambil menggeleng-gelengkan kepala.
Padahal, pelatih kawakan satu ini telah memberi sejumlah pola latihan dalam mengantisipasi datangnya bola untuk tiga kiper secara rutin, Yoyok, Fathir dan Athaf. Sedangkan kiper kedua dalam laga melawan Sabang belum pernah ikut latihan bersama Rahmanuddin.
Jika dilihat dari kepiawaian, dua kiper utama, Yoyok dan Fathir lebih baik dalam mengantisipasi bola serta mengetahui keinginan pemain saat bola dalam genggamannya.
Terlepas dari itu, ketiga kiper ini, selain Athaf, sudah sama-sama melakoni laga uji coba dan persahabatan. Semoga, dalam laga berikutnya, fokus ketiga kiper ini atas datangnya bola secara tib-tiba atau tidak terduga akan lebih baik lagi.
Apalagi, dalam laga persahabatan berikutnya menghadapi tim Pra PORA Banda Aceh yang tentunya juga ingin meraih kemenangan sebagai modal menuju laga resmi Pra PORA sebelum lolos ke PORA Aceh Jaya 2026, kepiawaian kiper sangat dibutuhkan.
Dengan kiper sudah baik, maka para pemain tidak perlu mengkhawatirkan lagi, jika ada serangan tiba-tiba dengan tendangan ke gawang juga secara tiba-tiba. Itulah pentingnya peran seorang kiper, menjaga pemain tetap aman dalam bermain. Jika sebaliknya, bek harus ekstra keras menjaga area pertahanan.(Muh)
