News

Peringati 1 Muharram, Weng Bacut Community Gelar Aksi Sosial dan Ziarah di Makam Hamzah Fansuri

23
×

Peringati 1 Muharram, Weng Bacut Community Gelar Aksi Sosial dan Ziarah di Makam Hamzah Fansuri

Sebarkan artikel ini
Peringatan 1 Muharram 1448 Hijriah dimaknai dengan cara berbeda oleh Weng Bacut Community (WBC). Komunitas ini menggelar berbagai kegiatan yang memadukan nilai keislaman, kepedulian sosial, serta pelestarian warisan sejarah Aceh di kawasan Makam Syekh Hamzah Fansuri, Gampong Ujong Pancu, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar, Selasa (16/6/2026). FOTO/ ABD HADI

posaceh.com, Kota Jantho– Peringatan 1 Muharram 1448 Hijriah dimaknai dengan cara berbeda oleh Weng Bacut Community (WBC). Komunitas ini menggelar berbagai kegiatan yang memadukan nilai keislaman, kepedulian sosial, serta pelestarian warisan sejarah Aceh di kawasan Makam Syekh Hamzah Fansuri, Gampong Ujong Pancu, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar, Selasa (16/6/2026).

Kegiatan bertajuk “Ruang Inspirasi dalam Rangka 1 Muharram” itu terlaksana berkat dukungan sejumlah sponsor dan mitra yang turut ambil bagian dalam menyukseskan rangkaian acara.

Sejak pagi, peserta mengikuti gowes bersama menuju lokasi kegiatan. Setibanya di kompleks makam ulama sufi besar asal Aceh tersebut, peserta diajak mengenal lebih dekat sosok Hamzah Fansuri melalui sesi edukasi sejarah, dilanjutkan dengan ziarah makam dan gotong royong membersihkan lingkungan sekitar.

Bagi WBC, kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial menyambut tahun baru Islam, melainkan upaya menanamkan nilai kepedulian, mempererat silaturahmi, serta mengajak masyarakat untuk lebih menghargai jejak sejarah yang dimiliki Aceh.

Tak hanya itu, Weng Bacut Community bersama para sponsor juga menyerahkan bantuan berupa pembangunan fasilitas tempat wudhu dan penerangan jalan di kawasan Makam Syekh Hamzah Fansuri. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi para peziarah yang datang beribadah dan berziarah ke lokasi tersebut.

Ketua Weng Bacut Community, Ismail, mengatakan bahwa komunitas harus mampu memberi dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini. Semangat gotong royong, kepedulian terhadap situs sejarah, serta kecintaan terhadap nilai-nilai Islam harus terus tumbuh, terutama di kalangan generasi muda,” ujarnya.

Menurut Ismail, dukungan dari berbagai sponsor menjadi bukti bahwa banyak pihak memiliki kepedulian yang sama terhadap kegiatan-kegiatan yang membawa manfaat bagi masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Semoga apa yang dilakukan bersama ini menjadi amal kebaikan dan menginspirasi lebih banyak orang untuk ikut berbuat bagi sesama,” tutupnya.

Weng Bacut Community (WBC) sendiri merupakan komunitas gowes yang selama ini dikenal aktif menggelar berbagai aksi sosial dalam setiap perjalanan yang mereka lakukan. Tidak hanya menjadikan bersepeda sebagai sarana olahraga dan mempererat silaturahmi, WBC juga konsisten menghadirkan kegiatan yang memberi manfaat bagi masyarakat, mulai dari bakti sosial, gotong royong, hingga berbagai aksi kemanusiaan.(Hadi)