Daerah

Penyuluh Agama Islam Beri Motivasi Warga Binaan: Masa Lalu Bukan Akhir

19
×

Penyuluh Agama Islam Beri Motivasi Warga Binaan: Masa Lalu Bukan Akhir

Sebarkan artikel ini
Para Narapidana Rumah Tahanan (Rutan) kelas IIB Aceh Singkil mengikuti dan mendengarkan Bimbingan penyuluhan dari Penyuluh Agama Islam Kemenag Aceh Singkil. FOTO/:Kemenag/RRI

posaceh.com, Singkil-Penyuluh Agama Islam memberikan penyuluhan kepada warga binaan dengan menekankan bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri.

Dalam penyuluhan tersebut, penyuluh mengangkat Surah Al-‘Ashr sebagai materi utama. Warga binaan diajak memahami empat bekal agar terhindar dari kerugian, yaitu iman, amal saleh, saling menasihati dalam kebenaran, dan saling menasihati dalam kesabaran. Selasa (11/8/2026).

Ustazah Nur Afni, S.Pd Penyuluh Agama Islam Danau Paris dari Kementerian Agama Aceh Singkil menyampaikan bahwa melalui Surah Al-‘Ashr ini kita belajar bahwa kerugian itu pasti, kecuali bagi orang yang punya empat bekal tadi. Iman jadi pondasi, amal saleh jadi bukti, lalu kita saling mengingatkan dalam kebenaran dan bersabar.

“Penyuluhan ini juga bertujuan menumbuhkan kesadaran bahwa masa lalu bukanlah alasan untuk berhenti berharap kepada Allah SWT. Selama masih diberi kesempatan hidup, pintu taubat dan perbaikan diri tetap terbuka lebar,” tambahnya.

Diharapkan para warga binaan tidak menjadikan masa lalu sebagai akhir dari perjalanan hidup, melainkan menjadikannya pelajaran untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

“Kami berharap tumbuh semangat untuk memperkuat iman, memperbanyak amal saleh, saling mengingatkan dalam kebaikan, serta bersabar dalam menjalani proses kehidupan, katanya.

Setelah kembali ke tengah masyarakat, warga binaan diharapkan mampu menjadi pribadi yang lebih baik, bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat, serta semakin dekat kepada Allah SWT.

“Selama Allah masih memberikan kita waktu, berarti masih ada kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik,” pesan penyuluh di akhir kegiatan.

Para peserta tampak antusias mengikuti penyuluhan dan aktif berdiskusi. Kegiatan ditutup dengan doa bersama agar ilmu yang disampaikan dapat diamalkan.(Muh/*)