News

Pengurus NasDem Datangi PWI Aceh, Protes Pemberitaan Majalah Tempo

49
×

Pengurus NasDem Datangi PWI Aceh, Protes Pemberitaan Majalah Tempo

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Partai Nasdem Aceh Heri Julius menyerahkan petisi kepada Ketua PWI Aceh Nasir Nurdin, di Kantor PWI Aceh, Banda Aceh, Rabu (15/4/2026). FOTO/ ABDUL HADI

posaceh.com, Banda Aceh — Puluhan pengurus dan anggota Partai NasDem Aceh mendatangi Kantor PWI Aceh pada Rabu (15/4/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Kedatangan rombongan tersebut dipimpin oleh Sekretaris DPW NasDem Aceh, Heri Julius, sebagai respons terhadap pemberitaan Majalah Tempo edisi pertengahan April 2026.

Rombongan Partai NasDem Aceh disambut langsung oleh Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin, yang didampingi sejumlah pengurus.

Dalam pertemuan tersebut, Heri Julius menyampaikan pernyataan sikap dan tuntutan kader Partai NasDem terkait laporan utama Tempo edisi 13–16 April 2026. Ia menyoroti judul, foto sampul, serta isi laporan yang dinilai merugikan citra partai.

Ketua PWI Aceh Nasir Nurdin menyampaikan sambutan saat menyambut kedatangan puluhan pengurus Partai NasDem Aceh, di Kantor PWI Aceh, Banda Aceh, Rabu (15/4/2026).
FOTO/ ABDUL HADI

Menurut Heri, terdapat beberapa poin keberatan utama, antara lain:

Pemberitaan dinilai sebagai bentuk pelecehan sistematis yang merendahkan martabat pimpinan dan institusi partai.

Judul sampul “PT NasDem Indonesia Raya Tbk” dianggap sebagai framing yang menggambarkan partai layaknya lembaga komersial.

Isi laporan dinilai membentuk opini bahwa Partai NasDem dipengaruhi kepentingan pragmatis. Atas dasar itu, kader NasDem menyatakan kecaman terhadap Tempo dan mengajukan dua tuntutan utama, yakni permintaan maaf secara tertulis kepada pimpinan dan partai, serta komitmen untuk tidak mengulangi pemberitaan serupa di masa mendatang.

Suasana pertemuan Ketua PWI Aceh Nasir Nurdin dengan puluhan pengurus Partai NasDem Aceh, di Kantor PWI Aceh, Banda Aceh, Rabu (15/4/2026).
FOTO/ ABDUL HADI

Menanggapi hal tersebut, Nasir Nurdin menegaskan bahwa PWI Aceh tidak dapat diposisikan berhadapan dengan Tempo secara kelembagaan. Ia memahami kekecewaan yang dirasakan kader NasDem, namun menekankan bahwa PWI berperan sebagai wadah koordinasi dan silaturahmi, bukan pihak yang mengeksekusi atau mengadili produk jurnalistik media.

Nasir juga menyampaikan bahwa pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk mencari solusi melalui mekanisme yang tepat, termasuk kemungkinan melibatkan Dewan Pers sebagai lembaga yang berwenang dalam menyelesaikan sengketa pers.

Pertemuan berlangsung dalam suasana dialog terbuka, dengan harapan tercipta penyelesaian yang konstruktif antara pihak-pihak terkait.(Hadi)