Internasional

Pemukim Israel Kembali Berulah Bakar Masjid di Tepi Barat Palestina

29
×

Pemukim Israel Kembali Berulah Bakar Masjid di Tepi Barat Palestina

Sebarkan artikel ini
Pemukim Israel membakar masjid di sebuah desa di Tepi Barat Palestina. FOTO/ AFP

posaceh.com, Jakarta – Pemukim  Israel membakar masjid di sebuah desa di Tepi Barat pada Rabu (17/6/2026) waktu setempat. Saksi di lokasi menyebut masjid itu sengaja dibakar dan dijadikan sasaran vandalisme.

Kepala dewan desa Jiljiliya di utara Ramallah, Osama Abdullah, mengatakan para pemukim membakar ruang wudhu, menyebabkan kerusakan pada masjid utama desa, dan menuliskan slogan-slogan permusuhan di dinding bagian luar.

Wartawan AFP yang mengunjungi masjid itu melaporkan bahwa langit-langit, dinding, dan lantai menghitam karena asap dan api.

Selain itu grafiti dalam bahasa Ibrani juga ditulis di dinding, termasuk beberapa yang memuat “balas dendam” dan “hari dari Pemuda Puncak Bukit”.

Kelompok Pemuda Puncak Bukit adalah sekelompok warga Israel di Tepi Barat yang kerap melakukan kekerasan terhadap warga Palestina yang ingin mereka menggunakan wilayah yang ingin mereka bantah.

Abdullah mengatakan para pemukim ilegal tiba untuk membakar masjid antara pukul 2 dan 3 pagi, namun pintunya terkunci. Sehingga mereka malah membakar ruangan yang diperuntukkan untuk wudhu di lantai bawah.

Tim perlindungan sipil Palestina, bersama dengan para pemuda dari desa dan daerah sekitarnya, menjamin api tersebut.

Insiden ini terjadi di tengah peningkatan serangan terhadap komunitas Palestina oleh para pemukim di Tepi Barat yang menduduki Israel sejak dimulainya perang Gaza pada tahun 2023.

Israel telah menduduki Tepi Barat sejak 1967. Lebih dari 500.000 pemukim Israel tinggal di wilayah tersebut, tidak termasuk Yerusalem Timur, di antara sekitar tiga juta warga Palestina.

Permukiman, yang ilegal menurut hukum internasional, telah berkembang di seluruh Tepi Barat sejak pemerintahan sayap kanan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berkuasa, yang memiliki banyak menteri pro-permukiman di jajarannya.

Perserikatan Bangsa-Bangsa baru-baru ini diberitahu bahwa kekerasan pemukim di Tepi Barat telah mencapai tingkat rekor, dengan rata-rata enam serangan setiap hari yang menyebabkan korban jiwa atau kerusakan.(Muh/*)