NewsPemko Banda Aceh

Pemko Banda Aceh dan BI Luncurkan Urban Farming untuk Kendalikan Inflasi

1137
×

Pemko Banda Aceh dan BI Luncurkan Urban Farming untuk Kendalikan Inflasi

Sebarkan artikel ini
Pj Wali Kota Banda Aceh Ade Surya lakukan penanaman cabai di kebun percontohan oleh bersama Kepala BI Perwakilan Aceh, Rony Widijarto; Dandim 0101/KBA Kolonel CZi Widya Wijanarko, Wakapolresta ABKP Satya Yudha Prakasa, Asisten II Sekdako Fadhil, Kadis Pertanian Aceh Cut Huzaimah, dan Kepala DP2KP Banda Aceh, M Nurdin untuk mendukung Gerakan Menanam Urban Farming, di Komplek Kantor DP2KP Kota Banda Aceh, Jum’at (30/08/2024). FOTO/ DOK DISKOMINFOTIK KOTA BANDA ACEH

* Pemanfaatan Lahan Pekarangan Rumah untuk Tanam Pangan

posaceh.com, Banda Aceh – Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh, bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Bank Indonesia (BI), meluncurkan atau launching Gerakan Menanam Urban Farming sebagai upaya strategis untuk mengatasi kenaikan harga cabai yang memengaruhi inflasi, berlangsung di kompleks Kantor Dinas Pertanian, Peternakan, Perikanan, dan Kelautan Kota (DP2KP) Banda Aceh, Jalan Tgk. Dikandang, Gampong Pande, Kecamatan Kuta Raja, Kota Banda Aceh, Jum’at (30/08/2024).

Peluncuran program ini ditandai dengan penanaman cabai di kebun percontohan oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Banda Aceh, Ade Surya, S.T, M.E, bersama Kepala BI Perwakilan Aceh, Rony Widijarto; Dandim 0101/KBA Kolonel CZi Widya Wijanarko, Wakapolresta ABKP Satya Yudha Prakasa, Asisten II Sekdako Fadhil, Kadis Pertanian Aceh Cut Huzaimah, dan Kepala DP2KP Banda Aceh, M Nurdin.

Dalam sambutannya, Pj Wali Kota Ade Surya menyatakan, “Alhamdulillah, kegiatan ini dapat terlaksana melalui kelompok wanita tani di sembilan desa dalam empat kecamatan di Banda Aceh.”

Pj Wali Kota Banda Aceh Ade Surya menyerahkan bibit cabai kepada warga Banda Aceh untuk mendukung Gerakan Menanam Urban Farming, di Komplek Kantor DP2KP Kota Banda Aceh, Jum’at (30/08/2024).
FOTO/ DOK DISKOMINFOTIK KOTA BANDA ACEH

Ade Surya menyampaikan dengan lahan pertanian yang sangat terbatas di Banda Aceh, program ini diharapkan dapat memanfaatkan lahan sempit untuk tanaman hortikultura seperti cabai, bawang, dan tomat.

“Kami berharap program ini dapat menekan inflasi, khususnya untuk cabai, serta meningkatkan ekonomi keluarga,” ujarnya.

Ade Surya juga mengapresiasi dukungan dari Bank Indonesia yang memberikan bantuan sarana dan prasarana untuk sembilan kelompok wanita tani.

“Dukungan BI, yang meliputi pembinaan dan pemantauan hingga panen, diharapkan dapat membantu mengendalikan inflasi dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BI Perwakilan Aceh, Rony Widijarto, menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pengendalian inflasi.

“Program Urban Farming ini melibatkan masyarakat secara langsung dan diharapkan dapat membantu mengatasi fluktuasi harga cabai dengan memanfaatkan lahan pekarangan. Selain itu, strategi belanja bijak juga penting sebagai bagian dari pengelolaan keuangan rumah tangga,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala DP2KP Banda Aceh, M Nurdin, melaporkan bahwa Banda Aceh, yang merupakan kota perdagangan dan jasa, memiliki lahan pertanian yang sangat terbatas.

Saat ini, kota ini hanya memiliki lahan pertanian seluas 42,21 hektar, dengan 13 hektar di antaranya dapat dimanfaatkan untuk menanam padi, sedangkan 29,21 hektar lainnya tidak dapat digunakan karena kekeringan dan kurangnya sumber air.

“Mengingat keterbatasan lahan, kami perlu strategi lain untuk menjaga ketahanan pangan, salah satunya melalui Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L). Program ini melibatkan kelompok wanita tani yang terdiri dari sekitar 25 orang per kelompok.

BI telah memberikan dukungan berupa sarana dan prasarana senilai Rp15.000.000 per kelompok,” ungkap Nurdin.

Dengan peluncuran Gerakan Menanam Urban Farming ini, Pemko Banda Aceh dan Bank Indonesia berharap dapat mengendalikan inflasi, menjaga stabilitas harga, meningkatkan ketahanan pangan, dan memberikan dampak positif terhadap perekonomian keluarga di ibu kota provinsi.

Lebih lanjut, Kepala Dinas Pangan Pertaniaan Kelautan dan Perikanan (DP2KP) Kota Banda Aceh, M. Nurdin mengatakan pemanfaatan lahan pekarangan rumah untuk menanam tanaman hortikultura seperti sayur dan buah-buahan dapat menekan inflasi daerah.

“Aktivitas masyarakat yang bergerak memanfaatkan lahan yang tersedia di rumah masing-masing dengan tujuan agar kebutuhan pangan di rumah tangga tersedia dan dapat meningkatkan ekonomi keluarga dengan demikian dapat membantu inflasi daerah,” katanya.

Sehingga, kata Nurdin dengan adanya gerakan ini dapat menstabilkan harga pangan pokok yang ada di Kota Banda Aceh.

Tidak hanya itu, Nurdin menjelaskan Kota Banda Aceh memiliki lahan pertanian sangat terbatas sehingga diperlukan program gerakan menanam urban farming ini sebagai salah satu strategi yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Banda Aceh bersama dengan TPID Kota Banda Aceh dalam menekan inflasi daerah.

“Mengingat lahan pertanian yang sangat terbatas maka diperlukan upaya dan strategi yang lain untuk tetap menjaga agar sektor pertanian mampu memberikan kontribusi terhadap ketahanan pangan di Kota Banda Aceh melalui kegiatan urban farming dengan memanfaatkan program Pekarangan Pangan Lestari (P2L),” jelas Nurdin.

Nurdin menambahkan, program P2L dianggap tepat untuk dilaksanakan dalam upaya memberi kontribusi terhadap ketahanan pangan.

“Program P2L ini dilaksanakan oleh kelompok wanita tani. Kita bersama dengan Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Aceh telah memilih sembilan kelompok wanita tani sebagai pelaksana P2L. Kepada sembilan kelompok tersebut Bank Indonesia memberi bantuan sarana dan prasarana tanam dalam bentuk bahan dan peralatan setara 15 juta per kelompok,” pungkas Nurdin.

Sementara Dandim 0101/Kota Banda Aceh, Kolonel Czi Widya Wijanarko, S.Sos., M.Tr (Han), dalam kesempatan tersebut menegaskan komitmen TNI dalam mendukung program-program pemerintah daerah yang berkaitan dengan ketahanan pangan. “Kami siap bersinergi dan membantu dalam pelaksanaan program urban farming ini. Semoga melalui langkah ini, kita bisa bersama-sama meningkatkan ketahanan pangan di Kota Banda Aceh,” ungkapnya.

Hadir dalam acara tersebut Wakapolres Banda Aceh, AKBP Satya Yudha Prakasa, S.I.K, M.H, Kadis Pangan Aceh, Drs. Surya Rayendra, Asisten II Sekda Kota Banda Aceh, Fadil, S.Sos, M.M, Kadis Kesehatan Kota Banda Aceh, Lukman, M.Kes, Sekretaris Perpustakaan Kota Banda Aceh, Kapolsek Kuta Raja, Camat Kuta Raja, Camat Meuraxa, Danposramil Kuta Raja, perwakilan gampong se-Kota Banda Aceh, serta masyarakat se-Kecamatan Kuta Raja.(Tanam/*)