News

Pemkab Aceh Barat Gencarkan Operasi Yustisi Jelang Akhir Tahun

1658
×

Pemkab Aceh Barat Gencarkan Operasi Yustisi Jelang Akhir Tahun

Sebarkan artikel ini

posaceh.com, Meulaboh – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, bersama TNI dan Polri, terus menggencarkan operasi yustisi menjelang akhir tahun 2020 guna menekan penularan COVID-19 di masyarakat.

“Operasi ini kita lakukan sebagai upaya untuk menurunkan risiko penularan COVID-19 di masyarakat, khususnya bagi warga yang beraktivitas di sarana publik,” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Kabupaten Aceh Barat, Azim di Meulaboh, Sabtu.

Ada pun sasaran operasi yustisi tersebut meliputi kompleks pasar, warung kopi atau kafe, lembaga pendidikan, pusat layanan perkantoran pemerintah dan keuangan, terminal, serta pusat layanan jasa publik.

Azim mengakui operasi yustisi yang dilakukan tersebut selama ini telah berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah, khususnya saat beraktivitas di luar rumah.

Pihaknya juga gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar terus menggunakan masker saat beraktivitas, rajin mencuci tangan dengan sabun, menjauhi kerumunan, serta menjaga jarak.

Tim juga terus melakukan operasi yustisi ke sejumlah sarana publik di Aceh Barat, dengan upaya persuasif dan memberikan sanksi sosial kepada masyarakat yang ditemukan melanggar protokol kesehatan.

Bentuk sanksi yang diberikan tersebut seperti menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, membersihkan sampah di tempat ibadah, berolahraga, serta aneka sanksi sosial lainnya.

“Alhamdulillah, sejauh ini upaya untuk meningkatkan kesadaran bagi masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan berhasil. Salah satunya, berkurangnya masyarakat yang terjaring operasi yustisi,” kata Azim menambahkan.

Ia menegaskan biasanya saat dilakukan operasi yustisi, pihaknya menemukan seratusan masyarakat yang ditemukan tidak memakai masker. Namun sejak sepekan terakhir, warga yang ditemukan melanggar protokol kesehatan saat operasi yustisi mencapai hanya puluhan orang saja, tuturnya. (Ant)