Olahraga

Pelatih Sepak Bola Pra Pora Aceh Besar Terus Berupaya Tingkatkan Kemampuan Pemain

645
×

Pelatih Sepak Bola Pra Pora Aceh Besar Terus Berupaya Tingkatkan Kemampuan Pemain

Sebarkan artikel ini
Pelatih sepak bola Pra PORA Aceh Besar, Mukhlis Nakata didampingi putri kecilnya memberi arahan kepada pemain seusai latihan di Lapangan PS Lubuk, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Jumat (23/5/2025) sore. FOTO/MUHAMMAD NUR

posaceh.com, Banda Aceh – Kemampuan pemain sepak bola Pra PORA Aceh Besa terus ditingkatkan seusai berlatih tiga pekan lebih sejak terpilih dalam seleksi yang dilaksanakan April 2025 lalu.

Pelatih Mukhlis Nakata bersama asistennya M Hidayat terus menggembleng para pemain dengan berbagai pola dan skema untuk meningkatkan kemampuan fisik maupun mental, khususnya dalam mengolah bola.

Pelatihan yang dilaksanakan tiga hari berturut-turut di Lapangan PS Lubuk, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar pada Rabu (21/5/2025), Kamis (22/5/2025) dan Jumat (23/5/2025) sore mulai memasuki tahap pembentukan formasi tim dan strategi dalam menyerang dan bertahan.

Dua pemain Pra PORA Aceh Besar saling berebut bola dalam latihan di Lapangan PS Lubuk, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Jumat (23/5/2025) sore. FOTO/MUHAMMAD NUR

Latihan pekan ini, hanya jeda satu hari seusai latihan dan show game di Lapangan Blang Kunyet, Lamreung, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar pada Senin (19/5/2025) sore.

Nakata yang tidak mau ambil risiko dalam mengemban tugas menangani para pemain yang rata-rata masih berusia muda ini, dengan telaten memperhatikan satu per satu pemain dalam setiap sesi latihan.

Jika ada pemain tidak sesuai dengan instruksinya, maka langsung diberi contoh, seperti passing, crossing dan juga bypass. Saat ini, dia fokus membangun tim yang solid dan utuh.

Pada latihan Jumat (23/5/2025) sore, skema operan bola pendek, bagian dalam melakukan serangan dan juga bertahan menjadi bagian penting latihan. Tidak ada kata lain, Nakata yang membawa tiga buah hatinya ke lapangan harus tetap fokus melatih anak asuhnya.

Seorang pemain mencari celah mengoper bola ke rekannya dalam latihan di Lapangan PS Lubuk, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Jumat (23/5/2025) sore. FOTO/MUHAMMAD NUR

Sambil menggendong putri kecilnya, dia memberi instruksi kepada pemain dalam melakukan operan dari kaki ke kaki harus cepat dan tepat, bahkan kalau bisa first touch atau sentuhan pertama, bola sudah diterima temannya.

Latihan sentuhan dari kaki ke kaki berlangsung agak lama, sampai semua pemain mampu melakoninya dengan baik. Pola operan bola dengan kaki kiri dan kanan juga diperagakan, karena kedua kaki harus sama-sama berfungsi baik dalam menendang bola.

Latihan yang dibagi dalam tiga kelompok berlangsung serius, walau kadang-kadang diselingi tawa pemain, karena ada yang salah melakukan operan. Tetapi, secara umumnya, semuanya berjalan serius, tidak ada pemain yang berleha-leha.

Latihan dilanjutkan dengan pola yang sama, tetapi ada pemain yang menghadang operan dari kaki ke kaki. Skema ini berlangsung tidak lama yang dilanjutkan dengan shadow game setengah lapangan.

Namun, latihan ini difokuskan pada pola serangan dengan pemain bertahan dan kiper. Serangan dari satu sisi ini lanjutan dari latihan sebelumnya, memberi operan pendek, passing dan juga bypass.

Putra pelatih sepak bola Pra PORA Aceh Besar (kanan) bersiap menerima tendangan bola dari putra asisten pelatih di Lapangan PS Lubuk, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Jumat (23/5/2025). FOTO/MUHAMMAD NUR

Setiap serangan sudah ada pemain yang menghadang untuk mencegah terjadinya gol ke gawang dengan kiper bergantian. Para pemain juga diminta untuk saling berkomunikasi saat menyerang dan juga bertahan.

Kiper juga tak kalah serunya saat serangan datang, sambil berteriak meminta pemain mundur atau mencegah terjadinya passing dari sayap ke gawang. Komunikasi ini penting untuk mengingatkan pemain agar membantu bertahan atau menyerang.

Selama latihan shadow game ini, pemain tampak tidak kelelahan, malahan tambah bersemangat saat bermain di lapangan. Semuanya terus berlari sesuai luncuran bola, baik yang menyerang maupun bertahan.

Pelatih kadang-kadang berteriak agar mengirim bola ke temannya yang kosong dari lawan atau langsung melakukan passing dari sayap ke gawang tanpa perlu menggiring bola lagi.

Dalam latihan ini, benturan antara pemain juga tak terhindarkan, karena sama-sama ngotot berebut bola, tetapi masih sebatas wajar, tidak ada yang cedera dalam latihan sesama tim ini.

Sedangkan pelatih Nakata sempat menyatakan pelatihan sampai terbentuknya formasi tim yang solid masih dibutuhkan waktu dengan beberapa kali latihan lagi. Sehingga, semua pemain memahami perannya masing-masing dalam pertandingan.(Muh)