Olahraga

Final Piala Dunia 2026: Akhir Era Messi atau Awal Era Yamal?

18
×

Final Piala Dunia 2026: Akhir Era Messi atau Awal Era Yamal?

Sebarkan artikel ini
FOTO/

posaceh.com, Jakarta – Setelah berhasil memetik kemenangan 2-1 atas Inggris di semifinal Piala Dunia 2026. Argentina akan menghadapi Spanyol di laga final Piala Dunia 2026.

Lamine Yamal, yang dulu dimandikan Lionel Messi, saat ini menjadi penantangnya di partai puncak untuk memperebutkan trofi paling bergengsi di sepakbola internasional tersebut.

Mundur ke belakang ke babak Semi Final, Laga Argentina melawan Inggris dinilai sangat menarik. Kubu Albiceleste kebobolan terlebih dahulu lewat aksi Anthony Gordon pada menit ke-55.

Setelah itu Argentina terus menyerang Inggris yang bermain bertahan di sisa laga. Sepasang assist Lionel Messi pada menit ke-85 dan ke-90+2, diselesaikan dengan manis oleh Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez.

Hasil ini membuat Lionel Messi cs mengakhiri mimpi The Three Lions untuk bertanding di final Piala Dunia 2026.

Sementara itu, di laga semi final, Spanyol menang mudah atas Prancis 2-0. Bertanding di Stadion Dallas, Spanyol memetik kemenangan penting ini dari gol penalti Mikel Oyarzabal dan gol dari Pedro Porro.

Pertandingan final Piala Dunia 2026 antara Argentina vs Spanyol akan berlangsung pada Senin (20/7/2026) dini hari WIB di New York/New Jersey Stadium.

Dilansir dari detikSport, Tim Matador saat ini sudah mulai berlatih guna mempersiapkan diri jelang laga final Piala Dunia 2026.

Pada latihan pertama ini, dua pemain andalan Spanyol, Lamine Yamal dan Pedro Porro tak ikut sesi latihan bersama tim.

Mereka mendapatkan sesi latihan ringan terpisah dan terlihat hanya duduk di pinggir lapangan. Masalah kebugaran jadi sebab Yamal dan Porro menjalani latihan terpisah dari skuad Luis de la Fuente.

Lamine Yamal pada Piala Dunia pertamanya tercatat selalu tampil di semua laga La Furia Roja. Ia bahkan hanya sekali tak tampil jadi starter di laga perdana grup melawan Tanjung Verde. Itu pun karena pemain Spanyol bernomor punggung 19 tersebut baru pulih dari cedera hamstring.

Meskipun baru mencetak satu gol sepanjang kompetisi, pergerakan Lamine Yamal kerap kali merepotkan lini bertahan lawan dan mampu memberikan ruang terbuka kepada pemain Spanyol lainnya.

Keperkasaan Argentina masuk ke final Piala Dunia back to back tak lepas dari berbagai kontroversi. Salah satunya adalah keputusan wasit yang seringkali dianggap “membantu” Lionel Messi cs.

Sorotan ini didapat Argentina lebih awal ketika mengalahkan Cape Verde dan Swiss lewat perpanjangan waktu, serta comeback sensasional melawan Mesir 3-2 usai tertinggal 0-2 pada 11 menit terakhir waktu normal.

Keputusan paling membingungkan adalah ketika VAR (Video Assistant Referee) menganulir gol Mesir setelah bola bergulir sejauh 91 meter dari posisi pelanggaran terhadap pemain Argentina. Kubu Swiss dan Mesir pun sama-sama mengkritik performa wasit.

Mendengar segala tuduhan ini Lionel Messi selaku kapten tim membantahnya. Menurutnya, performa Tim Tango sepanjang Piala Dunia 2026 justru jadi bukti jika mereka merupakan tim terbaik dunia saat ini.

“Sejauh ini kami adalah tim terbaik dalam empat tahun terakhir ini, suka atau tidak suka, dan apapun yang dikatakan orang lain,” ceplos pemain terbaik dunia delapan kali itu di ESPN.

“Sekali lagi, kami menegaskan diri sebagai dua tim terbaik di dunia. Hal itu membuktikan bahwa semua yang sudah kami lakukan bukanlah kebetulan dan tidak ada yang diberikan kepada kami begitu saja,” ucap Lionel Messi dikutip dari ESPN dilansir detikSport.

Pertandingan puncak Piala Dunia 2026 yang mempertemukan dua tim besar dunia layak ditunggu. Spanyol hadir dengan semangat muda sekaligus berstatus jawara Euro 2024 sedangkan Argentina tentu tak mau menyia-nyiakan menjadi tim pertama yang bisa memenangkan Piala Dunia back to back di era sepakbola modern.
Lalu, bagaimana peta kekuatan kedua tim jelang laga final ini? Apakah laga puncak ini akan menjadi akhir pahit karir Messi dan menjadi era baru bagi generasi Lamine Yamal? Simak analisisnya bersama redaktur detikSport dalam segmen d’Hattrick!

Menuju Madiun, detikSore akan mengabarkan perkembangan informasi terkait meledaknya gudang amunisi milik TNI AD. merangkum detikcom, ledakan yang terjadi pada Kamis (16/7) malam tersebut terjadi saat prajurit sedang melakukan perawatan dan pemeliharaan amunisi. Akibatnya, 1 prajurit gugur dalam insiden ini.

“Berdasarkan laporan awal yang kami terima, insiden terjadi saat personel melaksanakan prosedur pemeriksaan dan perawatan material amunisi di salah satu gudang penyimpanan,” kata Donny, sebagaimana dilansir Antara, Kamis (16/7/2026).

Atas kejadian yang menewaskan seorang prajurit dan beberapa korban luka ini, TNI AD telah membentuk tim investigasi. Lalu apa saja informasi terbaru yang sudah diperoleh tim investigasi terkait peristiwa ini? Simak laporan langsung Jurnalis detikJatim selengkapnya.

detikSore akan menghadirkan salah satu tokoh yang peduli akan hak udara bersih setiap orang. Yosef Rabindanata Nugraha, Founder Suara Tanpa Rokok, tengah menjalankan strategi temuannya untuk menyadarkan masyarakat yang masih abai terhadap aturan merokok di tempat umum.

Munculnya orang seperti Yosef ditengarai oleh rasa sungkan, kebiasaan, atau minimnya kesadaran untuk saling menghormati ruang bersama yang muncul di benak masyarakat. Sejauh mana taktik Yosef efektif menekan angka pelaku-pelaku abai akan hak udara bersih masyarakat? Temukan jawabannya dalam Sunsetalk!(Muh/*)