posaceh.com, Beirut – Pasukan darat Israel mulai menggempur pejuang Hizbullah di Lebanon pada Rabu (2/10/2024), bagian dari operasi darat terbatas di sana. Saat bersamaan, wilayah tersebut bersiap menghadapi serangan lebih lanjut ketika Israel berjanji akan membalas serangan rudal balistik Iran sehari sebelumnya.
Militer Israel juga mengumumkan, seorang kapten berusia 22 tahun di brigade komando tewas dalam pertempuran di Lebanon, kematian pertama sejak dimulainya operasi terbaru. Media Israel melaporkan unit infanteri dan tank beroperasi di Lebanon selatan setelah militer mengirim ribuan pasukan tambahan dan artileri ke perbatasan.
Tentara Lebanon mengatakan pasukan Israel telah maju sekitar 400 meter melintasi perbatasan dan mundur setelah beberapa saat, yang merupakan konfirmasi pertama atas serangan tersebut, seperti dirilis AP.
Militer Israel juga telah memperingatkan warga 50 desa dan kota untuk mengungsi ke utara Sungai Awali, sekitar 60 kilometer dari perbatasan Israel dan tepi zona utara. Zona ini telah dinyatakan oleh PBB sebagai penyangga antara Israel dan Lebanon, seusai Israel dan Hizbullah perang tahun 2006.
Saat ini, ratusan ribu orang telah meninggalkan rumah mereka ketika konflik semakin meningkat. Serangan Israel telah menewaskan lebih dari 1.000 orang di Lebanon selama dua minggu terakhir, hampir seperempat dari mereka wanita dan anak-anak, menurut Kementerian Kesehatan Lebanon.
Sementara itu, Israel pada Rabu (2/10/2024) mengecam PBB dengan menyatakan Sekretaris Jenderal António Guterres persona non grata, atau dilarang memasuki negara tersebut. Menteri Luar Negeri Israel Katz menuduhnya gagal mengutuk serangan Iran.
Guterres mengeluarkan pernyataan singkat setelah serangan tersebut yang berbunyi: “Saya mengutuk meluasnya konflik Timur Tengah, dengan eskalasi demi eskalasi. Ini harus dihentikan. Kami benar-benar membutuhkan gencatan senjata.” Tindakan ini memperdalam keretakan yang sudah lebar antara Israel dan PBB.(Muh/*)











