Sedikit cerita seorang perempuan penjual pisang dan pepaya yang mana dua paket barang dagangan nya itu satu di tenteng, satu nya lagi di taruh di atas kepala. Terbayang jika itu adalah ibu kita, pasti hati akan sedih melihat nya.
Pos Aceh ada janji dengan Ketua Partai NasDem Aceh Selasa (21/4/2020) siang untuk melakukan wawancara terkait rencana Wali Kota Banda Aceh membuat Peraturan Wali Kota terkait denda bagi siapa saja warga yang tidak memakai masker, baru saja Pos Aceh mengetuk pintu ruangan Ketua Partai NasDen Aceh, di belakang sudah berdiri seorang perempuan dengan dua bungkus barang dagangan, yang sedari tadi sudah berada di kantor Partai NasDem.
Assalamualaikum ucap Pos Aceh, Waalaikum salam jawab beberapa orang dalam ruangan ketua tersebut, mereka adalah H Zaini Djalil, Oci dan Rizal Pahlevi pengurus Partai NasDem Aceh, saat itu pandangan mereka bertiga justru untuk perempuan penjual keliling itu, silahkan masuk Bu, kata Bang Jal sapaan akrab Rizal Pahlevi. Tamong tamong (masuk masuk) pinta H Zaini Djalil.
Saat itu terharu juga pos Aceh melihat dagangan perempuan itu lumayan berat juga.
Pue neu me kak (Bawa Apa kak) tanya Zaini Djalil, pisang dan boh putek (pisang dan pepaya) kata perempuan itu. Percakapan keduanya terus berlanjut padum neu publoe saboh sisi pisang ngon boh putek padum saboh (berapa harga pisang satu sisir dan pepaya berapa satu), pisang 20 ribu, Boh putek 15 ribu, kata perempuan itu, akhirnya di sepakati lah pisang di beli 2 sisir sementara pepaya tidak di beli.
Usai terjadi transaksi antara kedua belah pihak, selanjutnya staf sekretariat Partai NasDem mengambil satu paket sembako buat ibu tersebut, sedikit terharu nampak dari raut wajah perempuan itu, setelah pisang dagangan nya di beli, Ia juga mendapat paket sembako dan langsung di serahkan oleh Rizal Pahlevi pengurus Partai NasDemAceh di ruang Ketua dan di saksikan oleh ketua NasDem dan Oci.
Teurimong geunaseh pak beh,meunyoe lage nyoe mandum partai seunang hate teuh, aman Nanggroe. (Terima kasih pak ya, kalau begini semua partai senang hati kita, aman negeri ini) kata perempuan itu sambil berlalu membawa dua bungkus bawaan, satu dagangan yang satu sembako dari program NasDem Peduli Covid-19. (T Azhari)
