posaceh. Medan – Stan Pemerintah Kota Banda Aceh menjadi salah satu tujuan favorit pengunjung pada ajang Indonesia City Expo (ICE) 2026 yang berlangsung di Hotel Santika Premiere Dyandra, Kota Medan, Kamis (2/7/2026).
Wartawan Posaceh.com yang mengikuti langsung rangkaian kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) XVIII di Kota Medan melaporkan, rangkaian kegiatan berlangsung pada 28 Juni hingga 4 Juli 2026. Salah satu agenda utama adalah Indonesia City Expo yang diikuti berbagai pemerintah kota dari seluruh Indonesia.

Pada stan Pemerintah Kota Banda Aceh, pengunjung disuguhkan beragam produk unggulan daerah, mulai dari parfum, kerajinan tangan, hingga wastra khas Aceh Banda Aceh. Berbagai produk tersebut menarik perhatian pengunjung yang ingin mengenal sekaligus membeli produk unggulan Kota Banda Aceh.
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, mengatakan keikutsertaan Banda Aceh dalam Indonesia City Expo menjadi momentum untuk memperkenalkan produk-produk terbaik daerah sekaligus memperkuat promosi UMKM.
“Kota Banda Aceh hadir membawa produk-produk terbaik. Kegiatan ini menjadi ruang untuk saling berbagi pengalaman dan saling menginspirasi dalam memajukan UMKM. Kami juga terus memperkuat identitas Banda Aceh sebagai Kota Parfum,” ujar Illiza.
Sementara itu, Yuyun, penjaga stan Pemerintah Kota Banda Aceh, mengungkapkan antusiasme pengunjung terhadap produk parfum sangat tinggi. Menurutnya, stok parfum yang dibawa ke pameran habis terjual sehingga pihaknya harus melakukan penambahan stok.
“Peminat parfum sangat luar biasa. Stok yang kami bawa habis diborong pengunjung sehingga kami terpaksa melakukan restok dengan berbagai merek parfum. Antusiasme pengunjung sangat tinggi hingga menjelang penutupan pameran,” kata Yuyun.
Indonesia City Expo 2026 dijadwalkan berakhir pada Jumat sore (3/7/2026) dan menjadi salah satu rangkaian kegiatan APEKSI XVIII yang mempertemukan pemerintah kota dari seluruh Indonesia untuk mempromosikan potensi daerah, memperkuat jejaring, serta mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).(Hadi)











