posaceh.com, Banda Aceh – Kawasan pantai pariwisata Alue Naga di Deah Raya, Kecamatan Syiah Kuala Banda Aceh memiliki potensi untuk dikembangkan lebih representatif lagi.
Objek wisata ini yang berada di sisi Alue Naga, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar, dibatasi sungai besar dengan muara besar masih terbuka luas untuk menjadi salah satu kawasan pariwisata unggulan kota di masa mendatang.
Dengan sungai besar dan alur yang mengaliri air di sisi kiri dapat dijadikan area sport memancing sambil berliburan bersama anggota keluarga atau juga kelompok pria dewasa yang hobi memancing.

Lajur jalan aspal yang lurus membelah sungai besar dan kecil telah ditumbuhi puluhan pohon yang ditanam beberapa tahun lalu, tetapi masih ada area terbuka tanpa pohon di sebagian sisi sungai besar yang merupakan milik pemerintah atau tanah negara.
Kawasan ini biasanya ramai dikunjungi warga setiap sore hari, khususnya setiap akhir ekan atau hari libur, termasuk kelompok remaja yang ingin mencari udara terbuka sambil mendengar demburan ombak di ujung jalan yang menghadapi langsung ke samudera luas.
Dengan duduk lesehan di atas tikar yang dibawa dari rumah, para pengunjung juga masih dapat menikmati keindahan pantai yang membiru atau deru perahu nelayan yang pulang mencari ikan di laut.
Pedagang makanan di tempat ini masih terbatas, hanya ada dua atau tiga warung yang menjual aneka makanan dengan harga terjangkau dekat jembatan dan juga di ujung jalan menghadap ke samudera yang menyediakan tempat duduk di tepi sungai.

Bagi pengunjung yang ingin mencari ikan hasil pancingan nelayan dengan boat kecil juga tersedia di tempat ini setiap pagi hari dengan harga sesuai ikan yang dipilin, dari ikan kecil, sedang dan besar.
Sementara itu, salah seorang pemancing yang ditemui dekat muara menyatakan di kawasan ini patut dibangun spot memancing seperti di pantai Gampong Pande yang pernah mengadakan lomba memancing.
Pria berusia sekitar 40-an itu mengaku sering memancing dekat muara, khususnya saat air laut naik pada pagi hari. Dikatakan, pada malam hari banyak didapat ikan kerapu yang mencari ikan kecil-kecil, sedangkan pada siang hari bersarang di lautan dalam.
Dia berharap Pemko Banda Aceh dapat membangun spot memancing di alur atau pinggir sungai di atas tanggul yang telah dibangun, mulai dari bekas jembatan yang hancur diterjang tsunami 26b Desember 2004 sampai dekat jembatan Krueng Cut, Aceh Besar dan belakang Gedung Perpustakaan.

Dikatakan, dengan dibangunnya spot memancing, bukan hanya dimanfaatkan pemancing untuk duduk dengan nyaman saat memancing, tetapi juga pengunjung dapat duduk sambil makan di tepi sungai.
Kawasan sisi sungai besar ini yang dibangun oleh perusahaan Korea Selatan pada era 80-an sampai 90-an sudah saatnya dikembangkan, sehingga akan muncul pedagang menjajakan makanan seperti di Gampong Pande.
Selain warga banyak pilihan untuk liburan setiap akhir pekan, perekonomian masyarakat melalui kelompok UMKM yang menjual aneka makanan dan produk akan meningkat, seperti di kawasan pantai Ulee Lheue.

Objek wisata sangat dibutuhkan warga perkotaan untuk melepas penat setelah bekerja hampir sepekan di kantor, sehingga kelelahan dan keruwetan dapat terbayarkan dengan memandang hamparan luas tak terbatas di tepi pantai.
Atas juga berkunjung ke Taman Kota Tibang yang berada di dekatnya, melihat pemandangan nan-hijau dari pepohonan yang tersebar di area tersebut, membuat mata kembali pulih, seusai berkutat dengan layar monitor komputer atau laptop di perkantoran. (Adv)











