Parlementaria

Pandangan Ismawardi Wakil Ketua Komisi III DPRK Banda Aceh: Pedagang Relokasi ke Pasar Al Mahirah Sudah Nyaman dan Berjalan Baik

1763
×

Pandangan Ismawardi Wakil Ketua Komisi III DPRK Banda Aceh: Pedagang Relokasi ke Pasar Al Mahirah Sudah Nyaman dan Berjalan Baik

Sebarkan artikel ini
Foto: Wakil Ketua Komisi III DPRK Banda Aceh Ismawardi

posaceh.com, Banda Aceh – Pemindahan pedagang pasar Peunayong, Kartini, SMEP ke Pasar Terpadu Al Mahirah Lamdingin, Kecamatan Kuta Alam sudah nyaman dan berjalan dengan baik.

Hal itu dikatakan Wakil Ketua Komisi III DPRK Banda Aceh Ismawardi, SPd menanggapi Talkshow peHTem dengan tema ‘Pedagang Merana, Dewan Kemana?’ dengan menghadirkan narasumber dari Akademisi Unsyiah Dr. Efendi Hasan MA yang digelar oleh salah satu media online melalui chanel Youtubenya peHTem .

Ismawardi mengatakan, proses relokasi sudah direncanakan sejak 2016 lalu dan Pemko Banda Aceh sudah menyiapkan pasar yang lebih baik dan refresentatif di Lamdingin.

“Rencana relokasi juga sudah dilakukan dengan pedagang berulang kali jauh-jauh hari sebelum pemindahan itu dilaksanakan. Hari ini mereka sudah nyaman, baiknya kita semua terus memotivasi mereka,” pintanya.

Menurut Ismawardi, Dewan selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Kota sebelum dan sesudah direlokasinya pedagang ke pasar Al-Mahirah. “Kami DPR telah mendampingi pedagang dengan berkoordinasi dengan Wali Kota dan pemerintah daerah serta semua stakeholdersnya,” kata Ismawardi Wakil Ketua komisi yang membidangi bidang pembangunan, Perhubungan dan Sosial

Disampaikan juga, sebelum pedagang direlokasi ke pasar Lamdingin, pihaknya juga sudah melaksanakan rapat finalisasi, pedagang sudah mendapatkan lapak jualan masing-masing.

Terhadap permasalahan yang timbul pasca pedagang direlokasi, kata Ismawardi tentu hal biasa, karena memang masih ada sedikit kekurangan dalam persiapan seperti becek pada saat hujan, dan juga fasilitas lainnya, namun demikian terhadap keluhan tersebut, pada pedagang dapat melaporkan secara resmi kepada pemerintah kota yang membidanginya. “Jika ada permasalahan, pedagang dapat melaporkan secara resmi kepada pemerintah Kota yang membidangi,” katanya.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRK Banda Aceh itu juga meminta kepada Dr. Efendi Hasan selaku pengamat, jika menemukan kekurangan dan permasalahan lain, hendaknya menyampaikan pendapatnya secara arif dan bijak, bukan hanya mengandalkan sebatas ia pandai bicara dan mencari simpati dari sekedar kemampuan lidahnya tetapi butuh rasa dan hati serta tanggung jawab. “Jika masih ada kekurangan tentu saja perlu dilihat dalam perspektif pembenahan,” kata Ismawardi

Terkait komentar yang disampai Dr Efendi yang mengatakan alasan perwakilan pedagang untuk tidak pindah ke pasar Al Mahirah, Ismawardi mengatakan, alasan yang disampaikan tidak realistis dan tidak dapat dipenuhi, tapi pada kenyataannya saat ini pedagang menerima kebijakan relokasi tersebut.

Ismawardi mengatakan, apa yang disampaikan oleh Dr. Efendi itu seharusnya diserta data dan fakta, jumlah anggota dewan kota aja dia ngak tahu, fungsi dewan juga banyak yang keliru, informasi yang disebarkan juga banyak keliru dan salah.

“Pengamat tidak menguasai masalah tapi berkomentar dengan data yang tidak valid, tidak mengikuti proses relokasi secara utuh dan tidak paham dengan kondisi sebenarnya, data dan fakta yang disebutkan juga keliru, sok tahu padahal tidak tahu,” timpal Ismawardi lagi sembari menutup pembicaraannya.(Adv)