NewsOlahraga

PABSI Aceh Bidik Enam Emas dengan Sistim Baru PON, Rayuan Resmi Ketua Umum

28
Zul Ilmi (kiri) berpose bersama Ketua Umum PABSI Aceh, Teuku Rayuan Sukma.

posaceh.com,Banda Aceh – Pengurus Provinsi Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (Pengprov PABSI) Aceh sangat mendukung sistem penilaian per angkatan dalam perlombaan angkat besi yang akan diterapkan pada PON XXII NTB – NTT 2028.

PABSI Aceh pun membidik enam medali emas jika penilaian per angkatan jadi diterapkan di PON XXII NTB – NTT 2028.

“Jika sistem penilaian per angkatan resmi diberlakukan pada PON XXII NTB – NTT 2022, kita optimis meraih enam medali emas,” ujar Ketua Umum Pengprov PABSI Aceh, Drs H. T Rayuan Sukma kepada wartawan Kamis (4/6/2026).

Soal proyeksi medali PON NTB/NTT 2028, Ketua Umum PABSI Aceh HT Rayuan Sukma bersikap realistis. “Jika regulasi lama masih dipakai, kita target dua medali emas,” ujarnya seraya mengungkapkan telah terbit Surat Keputusan (SK) dari PB PABSI untuk Pengprov PABSI Aceh masa bakti 2026 – 2030.

Sebutnya, target tersebut turun dari raihan 4 emas saat Aceh-Sumut keluar sebagai juara umum PON XXI/2024.

Begitupun katanya, untuk mencapai target 6 medali emas dengan sistim penilaian per angkatan, PABSI Aceh telah mempersiapkan atlet lewat Pelatda berkelanjutan yang didukung fasilitas lengkap dan pelatih mumpuni

Sebenarnya, sebut Rayuan , sistem yang memisahkan poin angkatan snatch, clean & jerk, serta angkatan total per kelas ini sudah lebih dulu diterapkan IWF dan Kejurnas Senior dan akan diterapka pada Pekan Olahraga Aceh (PORA) 2026.

Katanya, tujuan pemisahan penilaian ini untuk memberi apresiasi lebih adil bagi lifter yang punya keunggulan di salah satu jenis angkatan.

Resmi Ketua Umum

Rayuan Sukma resmi kembali memimpin sebagai Ketua Umum Pengprov Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) Aceh setelah terbitnya SK PB PABSI Nomor 012/SKEP/PB PABSI/V/2026 tertanggal 24 Mei 2026, yang ditandatangani langsung Ketua Umum PB PABSI Rosan Perkasa Roeslani.

Dalam SK tersebut, Rayuan Sukma ditetapkan sebagai Ketua Umum Pengprov PABSI Aceh periode 2026-2030. Sebelumnya, pria yang juga menjabat Waketum I Bidang Organisasi KONI Aceh itu terpilih secara aklamasi dalam Musprov PABSI Aceh.

Seluruh peserta dari Pengcab kabupaten/kota se-Aceh dengan suara bulat kembali mempercayakan nahkoda barbell Aceh kepadanya.

Mendampingi Rayuan, Efendi Eria, pelatih nasional berlisensi internasional, dipercaya sebagai Sekretaris Umum. Posisi Ketua Harian diisi Kompol Marzuki S.H., M.H. Tiga wakil ketua ditempati Musri Idris, Agussani, dan Kombes Pol. Purn. Mirwazi. Bendahara dipercayakan kepada Ahmad Fauzi.

Yang menarik, dua lifter kawakan Aceh, Nurul Amal alias Amel dan Muhammad Zul Ilmi didapuk masuk Bidang Pembinaan dan Prestasi (Bimpres) di bawah Ketua Bidang Dicky Imam Bahesti.

Penempatan ini jadi sinyal regenerasi. Amel dan Zul Ilmi yang masih jadi andalan Aceh diproyeksikan tampil di PON NTB/NTT 2028. Itu diprediksi jadi PON terakhir bagi keduanya.

“Ini buah kepercayaan rekan-rekan Pengcab se-Aceh sekaligus amanah dari PB PABSI yang harus saya emban sepenuh hati. Terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak,” ujarnya.

Cetak Generasi Emas Baru

Mantan Kadispora Aceh itu membeberkan program strategis 4 tahun ke depan yaitu menghadapi PORA 2026, Porwil, dan PON NTB/NTT 2028.

Katanya, fokus utama PABSI Aceh adalah mencetak atlet yang kembali menembus Timnas Angkat Besi.

Sementara 0ebutnya, pembinaan dan pelatihan akan kami intensifkan secara berkelanjutan. Targetnya lahir generasi emas baru sebagai suksesor Amel dan Zul Ilmi yang sudah melewati fase golden age,” tegas Rayuan.

Untuk mewujudkan target itu, katanya, PABSI Aceh akan menggenjot pembinaan berjenjang. Fokusnya mencetak generasi emas baru yang siap menggantikan peran Nurul Amal dan Muhammad Zul Ilmi.

“Pembinaan dan pelatihan akan kami intensifkan secara berkelanjutan. Targetnya lahir suksesor Amel dan Zul Ilmi yang kini sudah melewati fase golden age,” ujar Rayuan. (Sdm/*).

Exit mobile version