Olahraga

Ngotot Digelar, Saya Takkan Hadiri Kongres PSSI Aceh di Sigli

23
×

Ngotot Digelar, Saya Takkan Hadiri Kongres PSSI Aceh di Sigli

Sebarkan artikel ini
Bakal calon Ketua Asprov PSSI Aceh, Darmansyah Putra, ST FOTO/ DOK MPA

posaceh.com, Banda Aceh — Bakal calon Ketua Asprov PSSI Aceh, Darmansyah Putra, ST, menegaskan dirinya tidak akan menghadiri Kongres Biasa Pemilihan Asprov PSSI Aceh periode 2026–2030 yang dijadwalkan berlangsung di Sigli, Pidie, Sabtu 3 Oktober 2026.

Keputusan tersebut disampaikan Darmansyah Putra menyusul sikap tegas PSSI Pusat yang meminta agar seluruh tahapan dan pelaksanaan Kongres Biasa Pemilihan PSSI Aceh dihentikan sementara.
PSSI Pusat melalui Surat Nomor 5656/PGD/582/IX-2026 tertanggal 24 September 2026 meminta PSSI Aceh menghentikan seluruh tahapan serta pelaksanaan kongres.

Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, menegaskan bahwa apabila kongres tetap dilaksanakan, maka hasilnya tidak akan diakui oleh PSSI.

Hal itu sebagai mana diberitakan sebelumnya, dimana PSSI Pusat telah menyurati PSSI Aceh untuk menunda semua proses tahapan dan Kongres PSSI di Aceh. “Jika tetap digelar maka hasil kongres itu tidak akan diakui,” tegas Yunus Nusi di Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan setelah PSSI Aceh mengirimkan surat balasan yang menolak permintaan penghentian sementara kongres. Namun, penolakan tersebut tidak mengubah sikap PSSI Pusat.

Yunus Nusi kembali menegaskan bahwa surat PSSI tertanggal 24 September 2026 tetap harus dilaksanakan. Penundaan, menurutnya, diperlukan untuk memastikan proses organisasi PSSI Aceh berjalan sesuai dengan Statuta PSSI dan Peraturan Organisasi PSSI.
“Yang pasti, apa pun kongres yang mereka lakukan, PSSI tidak mengakui,” ujarnya.

Darmansyah: Saya Memilih Tidak Hadir

Menyikapi perkembangan tersebut, Darmansyah Putra menyatakan memilih untuk tidak menghadiri kongres yang tetap dilaksanakan di Sigli.
Menurutnya, keputusan tersebut merupakan sikap pribadi setelah adanya surat resmi PSSI Pusat yang meminta penghentian sementara seluruh tahapan dan pelaksanaan kongres.

“Meski kongres tetap digelar, saya tidak akan hadir. Saya tidak akan menghadiri Kongres PSSI Aceh di Sigli,” tegas Darmansyah Putra kepada media ini, di Banda Aceh, Kamis (1/10/2026) malam.

Ia menilai persoalan yang terjadi saat ini perlu diselesaikan terlebih dahulu secara organisatoris agar proses pemilihan kepengurusan PSSI Aceh periode 2026–2030 memiliki dasar dan legitimasi yang jelas.

Darmansyah mengatakan dirinya menghormati seluruh pihak yang terlibat dalam proses Kongres PSSI Aceh. Namun, ia memilih mengambil sikap untuk tidak hadir dalam forum yang pelaksanaannya masih menjadi persoalan antara PSSI Aceh dan PSSI Pusat. “Bahkan KONI Aceh jauh hari telah melarangnya, PSSI Pusat juga minta hentikan tahapan kongres. “Jadi nyo hana ta dengo KONI Aceh dan PSSI Pusat, so chiet ta dengo/ jika instruksi KONI Aceh dan PSSI Aceh tidak kita indahkan siapa juga yang kita dengar-red”

Persoalan Mandat Utusan PSSI Pusat

Ketegangan juga mencuat terkait kehadiran utusan PSSI Pusat dalam kongres. Dalam pernyataannya Yunus Nusi menyatakan bahwa perwakilan PSSI Pusat hanya dapat hadir secara resmi apabila mendapatkan mandat dari Ketua Umum PSSI.

“Selama tidak ada mandat dari Ketua Umum untuk menghadiri kongres tersebut, ya tentu itu bukan resmi dan selayaknya semua PSSI Provinsi se-Indonesia patuh terhadap apa yang disampaikan oleh PSSI,” ujar Yunus.

Selain persoalan kehadiran utusan, terdapat pula perbedaan tafsir terkait Pasal 39 ayat (1) Statuta PSSI, khususnya mengenai agenda kongres yang dianggap telah disetujui apabila tidak mendapatkan tanggapan dalam jangka waktu 14 hari kerja.

Namun, PSSI Pusat menegaskan tetap berpegang pada surat resmi yang telah disampaikan kepada PSSI Aceh pada 24 September 2026.

Dengan adanya sikap tersebut, penyelenggaraan Kongres Biasa Pemilihan PSSI Aceh periode 2026–2030 kini berada dalam situasi yang perlu mendapat perhatian serius dari seluruh anggota dan stakeholder sepak bola Aceh.

Darmansyah Putra menegaskan bahwa dirinya tetap menghormati mekanisme organisasi dan menginginkan proses pemilihan kepengurusan PSSI Aceh berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Saya tetap menghormati PSSI, anggota, klub, dan seluruh stakeholder sepak bola Aceh. Namun, dalam kondisi seperti ini, saya memilih untuk tidak hadir di Kongres PSSI Aceh di Sigli,” pungkasnya.(Mar)