Internasional

Neraka Gaza di Los Angeles Sulit Dipadamkan, Kobaran Api Terus Meluas

668
Kobaran api baru muncul di hutan pegunungan Los Angeles, AS, Senin (13/1/2025) malam. FOTO/AP

posaceh.com, Los Angeles – Neraka Gaza yang muncul di Los Angeles, Amerika Serikat makin sulit dipadamkan, bahkan kobaran api terus meluas sejak membara pada Selasa (7/1/2025). Ribuan pasukan pemadam kebakaran dikerahkan di sekitar Los Angeles untuk memadamkan kobaran api atau kebakaran baru.

Penduduk juga mulai cemas bersiap menghadapi kemungkinan terburuk karena angin berbahaya diperkirakan akan terjadi pada Selasa (14/1/2025), seminggu setelah dua kebakaran besar menghancurkan ribuan rumah dan menewaskan sedikitnya 24 orang.

Tabitha Trosen mengemas hal-hal yang berarti dalam hidupnya dan merasa dia tertatih-tatih dengan ketakutan terus-menerus bahwa lingkungannya bisa menjadi ancaman berikutnya.

“Kucing kami siap berangkat, kami sudah menyiapkan kandangnya di depan pintu dengan boneka binatang kecilnya dan sejenisnya,” kata Trosen.

“Ini seperti, bagaimana saya menjaga diri saya sendiri, dan hal-hal apa saja yang akan menjadikan saya sebagai manusia dan mengingatkan saya akan latar belakang saya, kehidupan saya, dan keluarga saya,” tambahnya kepada AP.

Wali Kota Los Angeles Karen Bass dan pejabat lainnya yang mendapat kritik atas tanggapan awal terhadap kebakaran menyatakan keyakinannya wilayah tersebut siap menghadapi ancaman baru dengan sejumlah petugas pemadam kebakaran tambahan yang didatangkan dari seluruh Amerika, bersama bantuan Kanada dan Meksiko.

Namun, Kebakaran hutan besar-besaran, yang merembet ke banyak wilayah pemukiman, di Los Angeles, California, Amerika Serikat (AS) semakin mengerikan dengan para pejabat memperingatkan bahwa angin lebih kencang akan datang kembali dan makin memperparah kobaran api.

Perlu diketahui, kebakaran sudah melanda kota terbesar kedua di AS itu selama tujuh hari. Puluhan ribu hektar lahan hangus dan berubah menjadi puing-puing sementara ribuan orang kehilangan tempat tinggal dengan ratusan ribu dievakuasi.

Upaya pemadam kebakaran sejauh ini baru menghentikan titik penyebaran api pertama, yakni wilayah Palisades, area sisi barat Los Angeles yang dipenuhi rumah-rumah mewah. Namun otoritas telah memperingatkan kondisi bisa memburuk secara drastis dengan kebakaran yang ekstrem dan kondisi mengancam jiwa beberapa hari mendatang.

Angin Santa Ana, angin yang kencang, kering, dan hangat (sering kali panas) yang bertiup dari gurun, diperkirakan kembali Selasa (14/1/2024) ini. Pejabat bahkan menegaskan angin bisa mendekati “tingkat badai’.

“Angin dengan kecepatan hingga 110 km/jam berarti situasi yang sangat berbahaya akan diumumkan mulai Selasa dini hari,” kata ahli meteorologi Layanan Cuaca Nasional AS, Rose Schoenfeld, dikutip AFP.

“Hembusan angin itu dapat mengipasi api dan menyebarkan bara api dari zona kebakaran yang ada ke area baru,” ujar petugas pemadam kebakaran memperingatkan, dimuat laman yang sama.(Muh/*)

Exit mobile version