News

Nagasari Kota Juang Tetap Diminati

2592
Nagasari suatu penganan khas Bireuen. Foto : Sudirman Mansyur/posaceh.com

posaceh.com Bireuen – Nagasari suatu makanan khas dari Bireuen yang tetap diminati masyarakat mulai kalangan anak-anak hingga orang dewasa.

Bukan hanya warga di daerah berjuluk Kota Juang ini saja yang suka menikmati penganan ini, akan tetapi warga dari kabupaten lainnya di Aceh yang melintasi atau pergi ke Kota Bireuen banyak juga suka membeli nagasari yang dijual di kedai-kedai.

Seperti pantauan posaceh.com Senin (11/5/2021) malam, terlihat warga penumpang kenderaan umum singgah di suatu kedai di kawasan lintasan Banda Aceh – Medan di kota tersebut, membeli nagasari.

Nagasari yang enak dinikmati kapan saja, termasuk dalam perjalanan ini juga bisa dijadikan penganan sebagai oleh-oleh.

“Rasanya belum lengkap ke Bireuen, kalau belum membeli nagasari,” ujar seorang penjual kue ini di kawasan lintasan Banda Aceh -Medan, Bireuen berpromosi.

Penjual penganan yang tidak sempat ditanya namanya tersebut menjelaskan, per bungkus dijual Rp1000, per kotak (10 bungkus) Rp 10 ribu.

Sebutnya, proses pembuatan nagasari diantaranya yakni beradonan tepung dan pisang dibuat dalam bungkusan daun pisang ukuran kecil-kecil dan dilakukan dua kali memasaknya.

Nagasari yang sudah dimasak dan disajikan berwarna hijau, harum dan sangat menggoda selera untuk menikmatinya, terlebih ketika masih hangat.

Menurut pedagang, Nagasari dimasukan ke kulkas sehingga bisa bertahan sampai sepekan masih enak dimakan. (Sudirman Mansyur). 

 

 

 

Exit mobile version