Pemko Banda Aceh

MPD Banda Aceh Perkuat Kurikulum Islamiyah untuk Bentuk Generasi Berakhlak

275
Pengurus MPD Kota Banda Aceh berdialog dengan dewan guru salah satu sekolah di Banda Aceh, beberapa waktu lalu. FOTO/ DOK MPD BANDA ACEH

posaceh.com, Banda Aceh – Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kota Banda Aceh terus mendorong penguatan kurikulum Islamiyah pada madrasah agar lebih kontekstual dan relevan dengan perkembangan zaman. Ketua MPD Kota Banda Aceh, Dr. Drs. H. Salman Ishak, M.Si, menegaskan bahwa kurikulum agama Islam harus menjadi pilar utama dalam pembentukan karakter generasi muda di Kota Banda Aceh sebagai daerah yang menjunjung tinggi syariat Islam.

“Dalam konteks Kota Banda Aceh yang memiliki identitas kuat sebagai kota bersyariat, maka kurikulum Islamiyah di madrasah perlu menjadi fondasi dalam melahirkan generasi berakhlakul karimah, cerdas, dan berdaya saing,” ujar Dr. Salman Ishak saat memberikan keterangan di Banda Aceh, Selasa (7/10/2025).

Menurutnya, MPD saat ini tengah menyusun dan mengkaji rekomendasi penguatan materi pendidikan Islam pada jenjang ibtidaiyah, tsanawiyah, hingga aliyah. Penguatan tersebut tidak hanya menyentuh materi ajar, tetapi juga metode pembelajaran dan peningkatan kualitas guru.

Ketua MPD Kota Banda Aceh, Dr Drs H Salman Ishak MSi.

“Anak-anak kita tidak hanya perlu memahami akidah, fiqih, dan akhlak secara tekstual. Mereka harus mampu menerapkannya dalam kehidupan nyata, baik di sekolah, lingkungan sosial, maupun dalam keluarga. Pendidikan Islam harus menjadi jawaban atas tantangan moral generasi muda, terutama di era digital,” tuturnya.

Dr. Salman menuturkan, MPD juga mendorong sinergi dengan Kementerian Agama, Dinas Pendidikan Dayah, MPU, serta para ulama dan akademisi agar kurikulum yang dirumuskan tidak hanya normatif, tetapi aplikatif, menyentuh persoalan sosial modern, dan tetap berlandaskan nilai syariat.

“MPD tidak berjalan sendiri. Kami melibatkan para pemangku kepentingan untuk memastikan arah pendidikan Islam berjalan tepat dan memberi dampak nyata,” tegasnya.

Ia berharap langkah ini menjadi tonggak lahirnya generasi muda Kota Banda Aceh yang religius, berkarakter kuat, dan siap bersaing secara intelektual di masa depan. (Adv)

 

 

Exit mobile version