posaceh.com, Jakarta — Minat masyarakat terhadap kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) terus meningkat, terutama di kalangan generasi muda. PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) merespons tren tersebut dengan memperluas pembiayaan kendaraan listrik melalui produk BSI OTO, termasuk Kendaraan Berwawasan Lingkungan (KBL).
Hingga Juli 2026, outstanding pembiayaan BSI OTO mencapai sekitar Rp6,75 triliun atau tumbuh 11,34 persen secara tahunan. Sementara pembiayaan kendaraan listrik BSI tercatat meningkat 66 persen, Selasa (29/9/2026).
Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin kuatnya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik sebagai pilihan mobilitas yang dinilai efisien dan lebih ramah lingkungan. BSI menyediakan pembiayaan dengan skema syariah, angsuran tetap setiap bulan serta pengelolaan pembiayaan yang transparan.
Direktur Retail Banking Bank BSI, Kemas Erwan Husainy, mengatakan pertumbuhan BSI OTO menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan pribadi masih kuat. Namun, keputusan pembelian kini semakin mempertimbangkan skema pembiayaan yang aman, transparan dan sesuai prinsip syariah.
“Pertumbuhan pembiayaan BSI OTO juga menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan pribadi tetap kuat. Namun kini, keputusan pembelian semakin disertai pertimbangan yang matang, termasuk dalam memilih skema pembiayaan yang aman, transparan, dan sesuai prinsip syariah,” ujar Kemas.
Menurutnya, melalui BSI OTO, perseroan ingin mendukung kebutuhan mobilitas masyarakat sekaligus mendorong perkembangan industri kendaraan listrik nasional.
“Melalui BSI OTO, perseroan berharap dapat menjadi mitra masyarakat dalam mewujudkan mobilitas yang lebih modern, bertanggung jawab, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung pengembangan industri otomotif nasional menuju ekonomi hijau,” katanya.(Why/*)











