posaceh.com, Langsa – Sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Oeang Republik Indonesia (HORI) ke-77, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menggelar Kemenkeu Mengajar secara serentak di seluruh Indonesia pada Senin, 23 Oktober 2023. Lebih dari 6.800 pegawai Kementerian Keuangan menjadi relawan di lebih dari 300 sekolah dengan berbagai jenjang di seluruh negeri, termasuk 6 sekolah Indonesia di luar negeri.
Kegiatan Kemenkeu Mengajar 8 (KM 8) di Kota Langsa berlangsung di SMP Negeri 3 Kota Langsa dan diikuti oleh lebih dari 150 pelajar. Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Aceh yang diwakili oleh Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Langsa, Sulaiman, menyampaikan bahwa KM 8 merupakan wujud bakti dan pengabdian untuk negeri, terutama di dunia pendidikan.
“Tujuan utamanya adalah memberikan bekal kepada generasi muda yang kelak akan memimpin negara ini,” ucapnya, Senin (23/10/2023).
Selain itu, Sulaiman mengucapkan terima kasih kepada Panitia Daerah yang telah mempersiapkan KM 8, yang menggambarkan inisiatif tersebut sebagai upaya Kementerian Keuangan untuk mempersiapkan generasi muda sebagai pemimpin masa depan.
“KM 8 adalah langkah nyata dalam membangun generasi yang siap memimpin dan berkontribusi dalam pembangunan Negara,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Daerah KM 8 Langsa tahun 2023, Ulphi Suhendra menjelaskan, kegiatan tersebut melibatkan 17 Panitia Daerah dan 8 Relawan dari berbagai unit Kementerian Keuangan, termasuk KPP Pratama Langsa, Bea dan Cukai Langsa, dan KPPN Langsa.
“Mereka akan memberikan penjelasan tentang peran dan fungsi Kemenkeu serta memberikan motivasi dan inspirasi kepada para siswa untuk mengejar cita-cita, meningkatkan kompetensi diri, melanjutkan pendidikan setinggi mungkin, dan aktif berkontribusi dalam pembangunan Negara,” jelasnya.
Ia menyebutkan, kesimpulan dalam kegiatan Kemenkeu Mengajar, “Dari kami untuk Negeri,” adalah manifestasi nyata dari komitmen Kementerian Keuangan dalam membantu mempersiapkan generasi muda Indonesia untuk masa depan yang cerah.
“Kegiatan ini membuktikan bahwa satu hari mengajar bisa memberi arti selamanya,” pungkasnya.(Wahyu Desmi/*)











