posaceh.com, Takengon – Hamparan tenda yang berdiri di halaman SMP Negeri 5 Takengon menjadi saksi semangat 16 Pramuka Penggalang Aceh Tengah dalam mempersiapkan diri menuju Jambore Nasional XII Tahun 2026.
Selama tiga hari, sejak 31 Juli hingga 2 Agustus 2026, mereka mengikuti pembekalan terakhir sebagai bekal sebelum bertolak ke Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur.
Di balik latihan, pembinaan karakter, dan berbagai materi kepramukaan yang diberikan, tersimpan harapan besar agar para peserta tidak hanya mampu berprestasi, tetapi juga menjadi duta terbaik Aceh Tengah di tingkat nasional.
Ancu Bina Muda Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Aceh Tengah, Afrijal AR, S.E., menjelaskan bahwa pembekalan akhir ini dirancang untuk mematangkan kesiapan peserta, mulai dari keterampilan kepramukaan, kedisiplinan, kerja sama tim, hingga penguatan mental menghadapi berbagai tantangan selama Jambore Nasional.
Kehadiran para Andalan Cabang dan pelatih menjadi bagian penting dalam memberikan arahan, motivasi, sekaligus menanamkan nilai-nilai kepramukaan kepada seluruh peserta.
Ketua Harian Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Aceh Tengah, Irhamna, menyebut keberangkatan kontingen tahun ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah yang telah memberikan dukungan pembiayaan sehingga 16 peserta dapat mengikuti Jambore Nasional.
Menurut Irhamna, perhatian pemerintah daerah menjadi penyemangat tersendiri bagi para peserta untuk tampil maksimal membawa nama baik Aceh Tengah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah yang telah membantu pembiayaan keberangkatan kontingen Pramuka Aceh Tengah. Dukungan ini menjadi motivasi bagi adik-adik peserta untuk memberikan penampilan terbaik di Jambore Nasional,” ujarnya.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para pelatih dan jajaran Andalan Kwarcab Gerakan Pramuka Aceh Tengah yang selama ini tanpa lelah mendampingi, melatih, dan membimbing peserta.
Baginya, keberhasilan sebuah kontingen tidak hanya ditentukan oleh kemampuan peserta, tetapi juga oleh dedikasi para pembina yang bekerja di balik layar.
Irhamna berharap doa dan dukungan masyarakat terus mengiringi perjalanan kontingen Aceh Tengah.
Ia meyakini Gerakan Pramuka memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, berintegritas, mandiri, serta memiliki kepedulian terhadap sesama.
“Gerakan Pramuka bukan hanya membentuk karakter generasi muda, tetapi juga melahirkan kader-kader yang mampu berkontribusi bagi masyarakat, daerah, dan bangsa. Kami berharap dukungan dari semua pihak agar Pramuka Aceh Tengah terus berjaya, berprestasi, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, daerah, serta negara,” katanya.
Jambore Nasional XII Gerakan Pramuka Tahun 2026 akan berlangsung pada 13–20 Agustus 2026 di Buperta Cibubur, Jakarta Timur, dengan mengusung tema “Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan.”
Bagi 16 Pramuka Aceh Tengah, perjalanan menuju Cibubur bukan sekadar mengikuti perkemahan nasional. Mereka membawa harapan masyarakat, semangat pembina, serta nama baik daerah yang akan diperkenalkan melalui persahabatan, keterampilan, dan pengabdian.
Dari dataran tinggi Gayo, mereka melangkah dengan satu tekad, mengharumkan Aceh Tengah dan membuktikan bahwa generasi muda daerah mampu bersaing serta berkarya di tingkat nasional.(Muh/*)











