Nasional

Melonjak, Penularan HIV/AIDS pada LGBT di Indonesia

1840
×

Melonjak, Penularan HIV/AIDS pada LGBT di Indonesia

Sebarkan artikel ini

posaceh.com, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengeluarkan statistika penularan HIV/AIDS sepanjang 2022 ini pada akhir pekan lalu. Hingga September, kasus kumulatif  HIV di Jabar tercatat sebanyak 57.134 kasus, dan kasus kumulatif AIDS sebanyak 12.326 Kasus.

Dalam lansiran terbaru ini, ada demografi yang berubah. “Yang harus menjadi perhatian dari semua kasus tersebut 74 persennya diderita oleh kelompok laki-laki, dan 26 persen kelompok perempuan, dengan penyebab utamanya adalah hubungan sesama jenis, disusul pengguna narkotika,” ujar Dewi akhir pekan lalu.

Di Jawa Timur, temuannya serupa. Pegiat seks sesama jenis adalah juga populasi kunci penularan HIV. Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur, Erwin Astha Triyono mengungkapkan, berdasarkan hasil pemeriksaan HIV/AIDS yang dilaksanakan di wilayah setempat, sepanjang 2022 tepatnya hingga Oktober, ditemukan 6.145 pasien baru HIV. Secara kumulatif, kata Erwin, kasus HIV di Jatim tercatat sebanyak 84.959 kasus.

Selain peningkatan akses tes dan pengobatan HIV, Pemprov Jatim juga melakukan beberapa upaya penanggulangan HIV AIDS. Di antaranya melakukan penemuan sedini mungkin dengan mengadakan mobile clinic pada populasi kunci dan ibu hamil.

“Kemudian melakukan penjangkauan pada populasi kunci yakni LSL (laki-laki seks laki-laki), waria, PSK, dan pengguna narkoba suntik dalam upaya pencegahan penularan HIV termasuk penjangkauan bagi pasien LFU,” ujarnya.

Secara nasional, trennya serupa. Sepanjang 2016 tercatat 41.250 kasus penularan HIV di Indonesia. Kala itu, penularan pada golongan heteroseksual tercatat pada angka 53 persen, sementara pada homoseksual (utamanya lelaki sesama lelaki/LSL) sudah mencapai 39 persen. Statistika ini masih serupa sejak 2010, yang mana persentase penularan di kalangan heteroseksual selalu lebih besar.(Republika.co.id)