News

Masa Covid-19, Pemko Banda Aceh Terus Berupaya Perhatikan Pelaku Usaha

1691
×

Masa Covid-19, Pemko Banda Aceh Terus Berupaya Perhatikan Pelaku Usaha

Sebarkan artikel ini

Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman menyerahkan bantuan peralatan Cleanliness Health Safety and Environment (CHSE) kepada seorang pengelola objek wisata di Banda Aceh, di halaman pendopo wali kota, Senin (28/12/ 2020). Foto : Humas Pemko Banda Aceh.

 

posaceh.com Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman, SE, Ak menyebutkan, Pemerintah Kota Banda Aceh (Pemko) dalam masa pandemi corona virus desease 2019 (Covid-19) saat ini terus berupaya memberikan perhatian bagi pelaku usaha.

Aminullan mengatakan, perhatian diberikan guna mendorong ekonomi keluar dari krisis akibat Covid-19.

Wali Kota mengutarakan itu ketika menyerahkan bantuan peralatan Cleanliness Health Safety and Environment (CHSE) untuk para pengelola objek wisata yang ada di Banda Aceh, di halaman pendopo wali kota, Senin (28/12/ 2020).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Pariwisata ini, membagikan peralatan berupa mesin potong rumput, chansaw mini, penampung air, mesin air, gunting rumput, sepatu boots, dan alat kerja pembersih lainnya.

Aminullah didampingi Kadis Pariwisata Iskandar, dan Kabag Humas Setdako Said Fauzan membagikan peralatan CHSE kepada tujuh pengelola destinasi wisata yang ada di Banda Aceh, yaitu PLTD Apung, Boat di Atas Rumah, Rumah Budaya, Rumah Tsunami Lambung, Monumen Titik Nol Banda Aceh, Taman Meuraxa, dan Makam Syiah Kuala.

“Kita harap yang diberikan ini bisa bermanfaat bagi sektor wisata, dan dapat memberdayakan para pekerja yang ada,” ujarnya.

Ia meminta kepada pihak Dinas Pariwisata dan seluruh pengelola wisata agar terua merawat dan menjaga objek wisata yang menjadi andalan pendapatan daerah Ibu Kota Provinsi Aceh ini.

“Mohon agar setiap wisatawan yang datang dilayani dengan baik, tanamkan dalam hati kita bahwa wisatawan yang datang itu adalah raja,” kata Aminullah.

Sementara itu, Kadis Pariwisata Iskandar mengatakan, bantuan tersebut bersumber dari dana hibah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia (Kemenparekraf) RI yang diterima Pemerintah Kota melalui Dinas Pariwisata beberapa waktu lalu.

“Dana ini dikhususkan untuk penanganan dampak ekonomi dan sosial, khususnya pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” katanya.(Sudirman Mansyur/ril).