News

Lewat Tari The Soul, Ariol Dance Theatre Angkat Pengalaman Kehilangan akibat Banjir Aceh

19
Suanana pendampingan dramaturgi berbasis riset dalam Program Pengabdian kepada Masyarakat di Studio Seni Tari ISBI Aceh, Kota Jantho, Aceh Besar, Kamis (20/8/2026). FOTO/ ROLLY

posaceh.com, Kota Jantho – Ariol Dance Theatre mengangkat pengalaman kehilangan akibat bencana banjir Aceh ke dalam karya tari The Soul. Karya berdurasi sekitar 15 menit tersebut dikembangkan melalui pendampingan dramaturgi berbasis riset dalam Program Pengabdian kepada Masyarakat di Studio Seni Tari ISBI Aceh, Kota Jantho, Aceh Besar, Kamis (20/8/2026).

Program tersebut merupakan bagian dari Program Inovasi Seni Nusantara Tahun Pendanaan 2026 yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

The Soul diciptakan Fifie Febryanti Sukman dan Fitra Airiansyah dengan melibatkan empat penari. Karya tersebut tidak menggambarkan banjir secara langsung, tetapi menerjemahkan pengalaman bencana melalui gerak tubuh, emosi dan simbol.

“Karya The Soul berangkat dari pengalaman kehilangan akibat bencana banjir. Kami mencoba menerjemahkan pengalaman tersebut melalui tubuh penari, bukan dengan menghadirkan banjir secara langsung, tetapi melalui rasa jatuh, terseret, kehilangan keseimbangan, hingga proses menerima kehilangan,” ujar Fifie.

Foto bersama Ariol Dance Theatre pada pendampingan dramaturgi berbasis riset dalam Program Pengabdian kepada Masyarakat di Studio Seni Tari ISBI Aceh, Kota Jantho, Aceh Besar, Kamis (20/8/2026). FOTO/ ROLLY

Dalam karya tersebut, empat roh korban banjir digambarkan terbangun di sebuah ruang asing. Mereka perlahan menyadari peristiwa yang telah terjadi melalui rangkaian gerak yang menggambarkan hantaman, tarikan, tekanan, kehilangan keseimbangan hingga usaha untuk saling meraih.

Alur dramaturgi kemudian membawa cerita dari fase kebingungan menuju kesadaran dan penerimaan. Konsep tersebut menggambarkan bahwa setelah kehilangan, “pulang” bukan lagi sekadar kembali ke kehidupan sebelumnya, tetapi menerima kenyataan dan tetap membawa kenangan terhadap orang-orang yang telah pergi.

Fifie mengatakan, pendampingan dramaturgi membantu tim memperjelas hubungan antara gerak, cerita dan pesan yang ingin disampaikan.

“Melalui pendampingan ini, kami belajar bagaimana sebuah gerak tidak hanya menjadi bentuk, tetapi juga memiliki hubungan dengan cerita, emosi, dan pesan yang ingin disampaikan kepada penonton,” ungkapnya.

Selain pengembangan karya, program tersebut juga memperkuat pengelolaan dokumentasi Ariol Dance Theatre. Pendampingan meliputi penyusunan dokumen dramaturgi, catatan eksplorasi gerak, arsip visual, portofolio, materi publikasi, pengembangan website dan *press kit*.

Upaya tersebut diharapkan memperkuat kapasitas dan identitas Ariol Dance Theatre sekaligus membuka peluang jejaring seni di tingkat lokal, nasional hingga internasional.

Melalui The Soul, pengalaman bencana dihadirkan sebagai karya seni yang tidak hanya menonjolkan aspek artistik, tetapi juga membawa pesan kemanusiaan. Penonton diajak memahami pengalaman kehilangan sekaligus membangun empati terhadap masyarakat yang terdampak bencana.(Why)

Exit mobile version