ParlementariaPemko Banda Aceh

Lewat Reses, Wakil Ketua DPRK Banda Aceh Serap Aspirasi Warga

19
Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Dr Musriadi Aswad SPd MPd, menyampaikan sambutannya pada reses yang berlangsung di Gampong Pango Deah, Kecamatan Ulee Kareng, Kota Banda Aceh, Selasa (30/6/2026). FOTO/ WAHYU DESMI

*Layanan Dasar Jadi Prioritas

posaceh.com, Banda Aceh – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Banda Aceh, Dr Musriadi Aswad SPd MPd, menyerap berbagai aspirasi warga masyarakat dalam kegiatan reses yang berlangsung di Gampong Pango Deah, Kecamatan Ulee Kareng, Kota Banda Aceh, Selasa (30/6/2026).

Ratusan warga dari Kecamatan Ulee Kareng dan Kecamatan Syiah Kuala hadir menyampaikan usulan pembangunan yang diharapkan dapat menjadi prioritas pemerintah daerah.

Mayoritas aspirasi yang disampaikan masyarakat berkaitan dengan peningkatan layanan dasar. Warga mengusulkan rehabilitasi sekolah, pemberian beasiswa, peningkatan sarana masjid, meunasah, dayah, dan TPA, pembangunan jalan lingkungan, perbaikan drainase, pemasangan lampu penerangan jalan, pemberdayaan UMKM, pelatihan kepemudaan, hingga pengadaan mobil jenazah.

Selain itu, masyarakat juga mengusulkan pelatihan keterampilan bagi pemuda dan perempuan, promosi produk UMKM, serta bantuan bibit Sapi Aceh bagi kelompok peternak di Kecamatan Ulee Kareng sebagai upaya mendorong peningkatan ekonomi masyarakat.

Suasana reses Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Dr Musriadi Aswad SPd MPd yang berlangsung di Gampong Pango Deah, Kecamatan Ulee Kareng, Kota Banda Aceh, Selasa (30/6/2026). FOTO/ WAHYU DESMI

Pada kesempatan itu, Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Dr Musriadi Aswad mengatakan, reses menjadi sarana bagi anggota dewan untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat sekaligus memastikan setiap aspirasi dapat diperjuangkan dalam proses perencanaan pembangunan daerah.

“Reses merupakan momentum bagi kami untuk bertemu langsung dengan masyarakat dan mendengar berbagai kebutuhan yang menjadi prioritas di lingkungan mereka. Seluruh aspirasi yang disampaikan akan kami himpun dan perjuangkan agar masuk dalam Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRK sebagai bagian dari penyusunan APBK Banda Aceh Tahun 2027,” kata Musriadi.

Ia menegaskan, aspirasi masyarakat menjadi landasan penting dalam menentukan arah pembangunan agar program yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan warga.

“Pembangunan harus berangkat dari kebutuhan masyarakat. Karena itu, kami akan terus mengawal setiap usulan yang disampaikan agar dapat direalisasikan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Menurut Musriadi, sinergi antara DPRK dan Pemerintah Kota Banda Aceh perlu terus diperkuat agar berbagai aspirasi yang diserap melalui reses dapat diterjemahkan menjadi program pembangunan yang tepat sasaran dan berkelanjutan.

“Setiap aspirasi masyarakat yang diserap melalui reses benar-benar menjadi perhatian pemerintah. Dengan sinergi yang kuat antara DPRK dan Pemerintah Kota Banda Aceh, kami optimistis usulan-usulan tersebut dapat diwujudkan menjadi program pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.(Why)

Exit mobile version