Pemko Banda Aceh

Libatkan 158 Peserta, Dinkes Banda Aceh Gelar Sosialisasi Pencegahan Stunting

24
Kadinkes Kota Banda Aceh, Wahyudi SSTP MSi menyampaikan sambutan sekaligus membuka Sosialisasi Pencegahan dan Penurunan Stunting bagi masyarakat Gampong di Hotel Hanifi, Banda Aceh, Selasa (30/06/2026). FOTO/ BEDU SAINI

posaceh.com, Banda Aceh – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banda Aceh menggelar sosialisasi pencegahan dan percepatan penurunan stunting bagi masyarakat gampong di Kota Banda Aceh tahun 2026 yang bwrlangsung di Hotel Hanifi, Banda Aceh, Selasa (30/6/2026).

Sosialisasi dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Wahyudi, S.STP., M.Si tersebut yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam upaya menekan angka stunting.

Dalam sambutannya, ia mengatakan stunting masih menjadi tantangan besar dalam pembangunan kesehatan, khususnya dalam memastikan tumbuh kembang anak berlangsung optimal sejak 1.000 hari pertama kehidupan, mulai dari masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.

Menurut Wahyudi, stunting bukan hanya berdampak pada tinggi badan anak yang tidak sesuai usianya, tetapi juga memengaruhi perkembangan otak, kemampuan belajar, produktivitas, hingga kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Ketua panitia Nurjannah SK., MKM menyampaikan laporan Sosialisasi Pencegahan dan Penurunan Stunting bagi masyarakat Gampong di Hotel Hanifi, Banda Aceh, Selasa (30/06/2026). FOTO/BEDU SAINI

“Stunting merupakan tantangan pembangunan kesehatan yang memerlukan perhatian dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Ini bukan hanya tugas Dinas Kesehatan, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh unsur di Kota Banda Aceh,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, legislatif, Tim Penggerak PKK, aparatur gampong, kader Posyandu, tokoh masyarakat hingga keluarga, untuk bersama-sama berperan aktif dalam upaya pencegahan stunting.

Menurutnya, keberhasilan menurunkan angka stunting tidak dapat dicapai hanya melalui sektor kesehatan, melainkan membutuhkan sinergi lintas sektor yang berkelanjutan.

Para peserta mengikuti Sosialisasi Pencegahan dan Penurunan Stunting bagi masyarakat Gampong di Hotel Hanifi, Banda Aceh, Selasa (30/06/2026). FOTO/BEDU SAINI

Wahyudi berharap para peserta dapat memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai strategi pencegahan stunting dan meneruskan informasi tersebut kepada masyarakat di lingkungan masing-masing.

“Kami berharap pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti di ruang pertemuan ini, tetapi dapat disampaikan kepada masyarakat sehingga berbagai program pemerintah dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Nurjannah, S.KM., M.KM., mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang, kesehatan ibu dan anak, serta pemanfaatan pelayanan kesehatan sejak masa kehamilan hingga 1.000 hari pertama kehidupan.

Selain itu, kegiatan juga diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah, TP PKK, kader kesehatan, dan masyarakat dalam mendukung percepatan penurunan stunting serta mendorong peran aktif masyarakat gampong dalam mendampingi keluarga yang memiliki ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Kadinkes Kota Banda Aceh, Wahyudi SSTP foto bersama peserta Sosialisasi Pencegahan dan Penurunan Stunting bagi masyarakat Gampong di Hotel Hanifi, Banda Aceh, Selasa (30/06/2026). FOTO/BEDU SAINI

Sosialisasi diikuti 158 peserta yang terdiri atas Ketua TP PKK tingkat kecamatan se-Kota Banda Aceh, tenaga promosi kesehatan dari 11 puskesmas, tenaga pelaksana gizi dari 11 puskesmas, serta perwakilan kader dari 90 gampong.

Kegiatan yang berlangsung selama satu hari tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya dr. T. Kharrif Indra Utama, Sp.OG, dr. Desi, Sp.GK, dan Dr. Musriadi, S.Pd., M.Pd., yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRK Banda Aceh.(Hadi)

Exit mobile version