Nasional

Lewat PKN II, Peserta Angkatan XIX Galang Donasi Rp31,5 Juta untuk Korban Gempa NTT

28
×

Lewat PKN II, Peserta Angkatan XIX Galang Donasi Rp31,5 Juta untuk Korban Gempa NTT

Sebarkan artikel ini
Foto bersama para peserta PKN Tingkat II Angkatan XIX Tahun 2026, di Badan Pendidikan dan Latihan Kejaksaan RI Kampus-B Ceger, Jakarta Timur, Selasa (18/8/2026). FOTO/KIRIMAN SOFYAN

posaceh.com, Jakarta – Peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XIX Tahun 2026 berhasil menggalang donasi sebesar Rp31,5 juta untuk membantu korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Aksi solidaritas tersebut dilakukan dalam rangkaian pelaksanaan PKN II Angkatan XIX Tahun 2026 yang digelar atas kerja sama Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI), Badan Diklat Kejaksaan RI, dan Tanoto Foundation, di Badan Pendidikan dan Latihan Kejaksaan RI Kampus-B Ceger, Jakarta Timur, Selasa (18/8/2026).

Penggalangan donasi tersebut digagas Sofian, SH, peserta PKN II yang merupakan utusan Kabupaten Aceh Besar sekaligus jaksa yang mendapat penugasan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar.

Pada kesempatan itu, Sofian SH mengatakan, penggalangan dana tersebut merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas para peserta PKN terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah gempa bumi di NTT.

“Donasi ini merupakan bentuk kepedulian kami sebagai sesama anak bangsa. Semoga bantuan yang terkumpul dapat bermanfaat dan sedikit meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak gempa di NTT,” ujarnya.

Sofian menjelaskan, kegiatan penggalangan donasi mendapat respons positif dari seluruh peserta PKN II Angkatan XIX Tahun 2026. Dari aksi tersebut terkumpul dana sebesar Rp31.500.000 yang nantinya diperuntukkan bagi korban terdampak bencana gempa di NTT.

PKN II Angkatan XIX Tahun 2026 diikuti sebanyak 38 peserta yang berasal dari sejumlah unsur. Peserta tersebut terdiri atas delapan orang dari Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), dua orang dari LAN, lima orang dari Kepolisian, serta 23 orang dari Kejaksaan.

Menurut Sofian, keberagaman latar belakang peserta tidak menjadi penghalang untuk membangun kepedulian bersama. Sebaliknya, kegiatan sosial tersebut menjadi momentum memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong antarpeserta.

“Walaupun kami berasal dari instansi dan latar belakang yang berbeda, kepedulian terhadap sesama adalah tanggung jawab bersama. Ini menjadi salah satu bentuk nyata bahwa semangat kepemimpinan juga harus diwujudkan melalui kepedulian sosial,” katanya.

Ia berharap bantuan yang dihimpun tersebut dapat segera disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan dan menjadi bagian dari upaya bersama dalam membantu pemulihan pascabencana.

“Kami berharap bantuan ini dapat diterima dan dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh saudara-saudara kita di NTT. Mudah-mudahan apa yang kami lakukan ini juga dapat menginspirasi kepedulian yang lebih luas,” pungkas Sofian.(C’Boy)