posaceh.com, Bireuen – Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Bireuen, Kamis (6/8/2026).
Kehadiran Gibran Rakabuming Raka di Kabupaten Bireuen disambut Bupati Bireuen, Ir H. Mukhlis, ST, Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, Kapolda Aceh, Irjen Pol. Ruddi Setiawan, SIK SH MH, Pangdam IM Mayjen TNI Joko Hadi Susilo, SIP, Danrem 011 Lilawangsa, Brigjen TNI Ali Imran serta pejabat Forkopimda setempat.
Selama di Bireuen orang nomor dua di Republik Indonesia ini meninjau proses pembangunan Jembatan Krueng Tingkeum, Kecamatan Kuta Blang, hasil revitalisasi SDN 7 Jangka, dan Jembatan Teupin Mane di Km 10 jalan nasional Bireuen – Takengon.
Di Jembatan Kuta Blang, Wapres menerima paparan teknis dari Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Zulkarnaen, terkait capaian progres pengerjaan fisik jembatan.
Dilaporkan jembatan di jalan nasional Banda Aceh – Medan ini ditargetkan tersambung pada Agustus 2026 dan dapat beroperasi fungsional pada Desember 2026 mendatang.
Kepala BPJN Aceh, Zulkarnaen sedang menyampaikan progres realisasi pembangunan jembatan Teupin Mane kepada Wapres Gibran saat kunjungan ke Kabupaten Bireuen, Kamis (6/8/2026). Saat ini progres pembangunan sudah berjalan 39 persen.FOTO/ RIZANUR
Selanjutnya Wapres Gibran meninjau hasil Revitalisasi UPTD SDN 7 Jangka, di Kecamatan Jangka. Kedatangan mantan Wali Kota Solo ini di satuan pendidikan itu disambut Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Bireuen, Dr. Muslim, Bunda Guru Kabupaten Bireuen, Ny. Sadriah Mukhlis, serta Kepala UPTD SDN 7 Jangka, Maryana.
Kunjungan Gibran ke SDN 7 Jangka untuk memastikan efektivitas serta kualitas pemulihan fasilitas pendidikan pasca banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Bireuen pada November 2025 lalu.
Kepala SDN 7 Jangka, Maryana, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian besar Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak di Kecamatan Jangka.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kunjungan Bapak Wakil Presiden beserta perhatian pemerintah. Melalui revitalisasi ini, enam ruang kelas dan satu ruang perpustakaan telah selesai direhab. Kami berharap dukungan pemerintah dapat terus berlanjut, khususnya dalam pemenuhan fasilitas pendukung sarana dan prasarana belajar, guna memastikan kegiatan belajar mengajar berjalan semakin aman, nyaman, dan berkualitas,” sebut Maryana.
Kondisi pembangunan jembatan kembar Krueng Tingkeum, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen saat kunjungan Wapres Gibran, Kamis (6/8/2026).
FOTO/ RIZANUR
Seterusnya Wapres Gibran berkunjung ke jembatan Teupin Mane di Kecamatan Juli Kabupaten Bireuen. Putra sulung Presiden ke-7 RI ini memberikan apresiasi atas kerja keras seluruh tim lapangan yang beroperasi tanpa henti dan menginstruksikan agar seluruh proses pengerjaan berjalan lancar.
Di sela-sela peninjauan, Wapres menyapa dan berinteraksi langsung dengan warga setempat untuk menyerap aspirasi masyarakat pascabencana.
Suasana hangat terlihat saat Wapres membagikan perlengkapan sekolah serta buku tulis kepada anak-anak yang menyambut kedatangannya.
Sementara Bupati Bireuen, H. Mukhlis, yang mendampingi Wapres Gibran di tepi sungai, turut memaparkan secara langsung kondisi penanganan dampak banjir, termasuk perkuatan tebing sungai melalui penimbunan batu gajah demi memastikan keamanan infrastruktur sekitar.
FOTO/ RIZANUR
Pernyataan Tertulis Wapres
Wapres Gibran dalam pernyataan tertulis sebagaimana dirilis Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Wakil Presiden menyebutkan, kehadirannya ke Aceh adalah untuk melihat langsung kondisi di lapangan, memantau perkembangan penanganan pascabencana yang sedang berjalan, sekaligus mendengar langsung aspirasi, masukan, dan kebutuhan masyarakat terdampak.
Disebutkan, Pemerintah terus bekerja secara optimal untuk mempercepat pemulihan infrastruktur dan layanan dasar di Aceh.
“Namun demikian saya menyadari, masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan dan tantangan yang perlu terus dibenahi. Karena itu saya terbuka terhadap setiap aspirasi, masukan, maupun kritik yang konstruktif agar setiap langkah pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” tulisnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, relawan, lembaga swadaya masyarakat, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat yang telah bergotong royong membantu proses pemulihan.
“Semangat gotong royong ini sangat berharga, namun pembangunan infrastruktur yang aman dan layak pakai adalah tanggung jawab negara,” sebutnya.
Pemerintah, lanjutnya, akan terus mengawal penyelesaiannya agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman.
Setelah menyelesaikan agenda di Jembatan Teupin Mane, Gibran meninggalkan Bireuen melalui Lapangan Terbang Malikussaleh Krueng Geukueh bertolak menuju agenda kerja berikutnya di Kabupaten Aceh Tengah.(Riza)
