posaceh.com, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, resmi melantik Mawardi Nur, SE sebagai Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Mawardi Nur dilantik untuk memimpin BPMA dalam melanjutkan sisa masa jabatan periode 2024–2029. Usai pelantikan, ia menyampaikan rasa syukur sekaligus menyatakan komitmennya untuk menjalankan amanah dengan penuh integritas.
“Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Amanah ini akan saya jalankan dengan penuh integritas dan tanggung jawab. Saya siap membangun sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan sektor hulu migas demi kemajuan Aceh,” ujar Mawardi.
Dalam kepemimpinannya, Mawardi menetapkan tiga agenda prioritas sebagai fokus utama BPMA. Pertama, meningkatkan lifting minyak dan gas bumi (migas) serta memastikan efisiensi biaya guna mengoptimalkan penerimaan negara dan daerah.
Kedua, mempercepat pengembangan ekosistem sumur tua dan sumur masyarakat sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025 sebagai upaya menambah produksi migas Aceh.
Ketiga, memperluas keterlibatan kontraktor lokal dan sumber daya manusia (SDM) asal Aceh dalam seluruh kegiatan usaha hulu migas.
“Kami ingin memastikan industri migas tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Aceh melalui investasi, pemberdayaan pelaku usaha lokal, dan peningkatan kualitas SDM,” kata Mawardi.
Sebelum dipercaya memimpin BPMA, Mawardi Nur menjabat sebagai Direktur Utama PT Pembangunan Aceh (PEMA) Perseroda. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi modal dalam memperkuat tata kelola sektor hulu migas di Aceh sekaligus mendorong peningkatan investasi dan kontribusi sektor migas terhadap perekonomian daerah.(Hadi)
