Daerah

Korwil BGN Sabang Akui Tiga Dapur Belum Kantongi SLHS

20
Tim Kesling dari Dinkes Sabang saat melakukan pendampingan ke salah satu dapur MBG di Sabang. FOTO/RRI/ist)

posaceh.com, Sabang – Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kota Sabang, Yuni Karnisa, mengakui bahwa sejak mulai beroperasi, tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Sabang hingga saat ini belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Meski demikian, menurut Yuni, proses pengurusan sertifikasi tersebut sedang berjalan, termasuk tahapan pelatihan bagi penjamah makanan sebagai bagian dari pemenuhan persyaratan administrasi dan teknis.

“Minggu lalu sudah dibuatkan untuk SPPG Ie Meulee. Insya Allah hari Minggu besok dilanjutkan dengan SPPG Cot Abeuk dan Sabang Fair,” ujar Koordinator Wilayah BGN Kota Sabang, Yuni Karnisa, saat dihubungi, Minggu, 28 Juni 2026.

Yuni menjelaskan, terkait hasil inspeksi yang dilakukan tim Dinas Kesehatan dan sebelumnya dimuat di media, pemeriksaan tersebut merupakan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) tahap kedua yang telah berlangsung sejak April lalu.

“Saat ini Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di SPPG sudah dilakukan perbaikan dan belum ada inspeksi lanjutan,” katanya.
Ia juga mengakui bahwa selama operasional berlangsung, dapur SPPG belum mengantongi sejumlah dokumen pendukung kesehatan, baik SLHS maupun surat keterangan bebas penyakit menular bagi tenaga kerja yang bertugas di dapur.
“Sertifikat chef sudah ada, tetapi untuk SLHS memang membutuhkan proses yang lebih lama,” ujarnya.

Yuni menambahkan, sejauh ini pemeriksaan terhadap pekerja di lingkungan SPPG baru mencakup pemeriksaan kesehatan umum dan tes narkoba.

Saat ditanya terkait pemeriksaan khusus terhadap penyakit menular seperti Tuberkulosis (TBC), Hepatitis, kolera, HIV, maupun penyakit menular lainnya yang berpotensi berkaitan dengan keamanan pangan, Yuni menyebut pemeriksaan tersebut belum dilakukan secara spesifik.

“Oh iya, untuk yang spesifik seperti itu memang belum dilakukan. Namun untuk mencegah dan menjaga agar makanan tetap dalam keadaan baik dan aman, kami memperketat penerapan SOP di SPPG, seperti mencuci tangan sebelum dan sesudah bekerja, mengganti pakaian dengan seragam khusus di SPPG, menggunakan masker, hairnet, sarung tangan, dan prosedur lainnya,” jelasnya.

Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa upaya pemenuhan aspek sanitasi dan kesehatan di dapur SPPG masih berada pada tahap pembenahan dan penguatan prosedur operasional, seiring berjalannya proses pemenuhan dokumen dan standar yang dipersyaratkan.(Muh/*)

Exit mobile version