Internasional

Korban Banjir Valencia Terus Bertambah, 219 Orang Tewas dan 93 Lainnya Hilang

1335
Anggota Pertahanan Civil Spanyol mencari korban banjir di aliran sugai 'Barranco del poyo' Catarroja, Valencia, Spanyol timur pada 6 November 2024. FOTO/AFP

posaceh.com, Madrid – Banjir bandang terparah di Valencia ini telah menyebabkan 219 orang tewas, 211 di antaranya terjadi di wilayah Valencia saja. Sebanyak 7 korban tewas lainnya di negara tetangga Castilla La Mancha dan satu lagi di Andalusia selatan.

Sebanyak 93 orang secara resmi dinyatakan hilang, namun pihak berwenang mengakui jumlah sebenarnya mungkin lebih tinggi. Sedangkan 54 jenazah masih belum teridentifikasi dan total, 36.605 orang telah diselamatkan, menurut pihak berwenang.

Kementerian Perhubungan Spanyol menyatakan telah memperbaiki jalan raya dan rel kereta api sepanjang 232 kilometer. Tetapi jalur kereta berkecepatan tinggi antara Valencia dan Madrid masih dibongkar.

Pemerintah pusat telah menyetujui paket bantuan sebesar 10,6 miliar euro atau Rp 178 triliun untuk keluarga, bisnis, dan balai kota. Pemerintah daerah Valencia juga meminta bantuan kepada Madrid sebesar 31 miliar euro atau Rp 521 triliun, seperti dilansir AP, Jumat (8/11/2024).

Sedangkan Badan meteorologi Spanyol mengatakan curah hujan sebesar 30,4 inci turun dalam satu jam di kota Turis, Valencia, yang merupakan rekor curah hujan nasional sepanjang masa yang dicatat pada 29 Oktober 2024.

Desa Chiva yang hancur juga menerima lebih banyak hujan dalam delapan jam dibandingkan yang pernah dialami kota itu pada tahun lalu atau 20 bulan sebelumnya.

Badai menyapu Sungai Magro dan Turia serta kanal Poyo, mengubahnya menjadi arus deras yang menyapu semua yang dilaluinya. Bagi mata manusia, gelombang air dan lumpur seperti tsunami membelah pinggiran selatan kota Valencia.

Badan Antariksa Eropa mengatakan, menurut citra satelit yang diambil pada 31 Oktober 2024, air menutupi area seluas 15.633 hektare. Sekitar 190.000 orang terkena dampak langsung, kata badan tersebut.

Secara keseluruhan, di 78 kotamadya terdapat setidaknya satu warga yang tewas akibat banjir. Tentara, polisi dan sukarelawan yang terlibat operasi darurat dimobilisasi oleh otoritas pusat telah berkembang menjadi lebih dari 17.000 tentara dan polisi.

Para pekerja memeriksa landasan pacu saat pesawat Qantas bersiap lepas landas di belakang Bandara Internasional Sydney, Australia pada 8 November 2024. FOTO/AFP

Operasi tersebut melibatkan 8.000 tentara, 2.100 di antaranya tergabung dalam unit darurat militer yang khusus menangani tanggap bencana bersama dengan 9.200 petugas polisi tambahan dari wilayah lain di Spanyol.

Ribuan warga biasa secara sukarela, tanpa perkiraan pasti berapa banyak, telah membantu sejak hari pertama upaya pembersihan.

Pemerintah mengatakan pada minggu pertama setelah banjir, pihak berwenang memulihkan aliran listrik ke 147.000 rumah dan mendistribusikan sekitar 178.000 botol air ke tempat-tempat yang masih kekurangan air minum.

Namun, pihak berwenang Spanyol belum menyebutkan berapa banyak panggilan telepon tentang orang hilang yang mereka terima, memberikan perkiraan kerusakan properti, atau merilis perhitungan berapa banyak lahan yang hancur. Dan saat ini, tidak ada yang bisa menebak kapan upaya pemulihan akan selesai.(Muh/*)

Exit mobile version