posaceh.com, Banda Aceh Kondisi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang masih memanas mulai berdampak terhadap sektor penerbangan internasional, termasuk perjalanan ibadah umrah menuju Arab Saudi.
Lonjakan harga tiket untuk musim umrah 1448 Hijriah kini menjadi perhatian serius para pelaku travel dan penyedia layanan penerbangan. Kenaikan harga yang disebut mencapai kisaran Rp5 hingga Rp6 juta per jamaah itu dinilai sangat memberatkan travel maupun calon jamaah umrah.
Direktur Utama PT. Wasilah Internasional Group, Andri Munazar, merupakan perusahaan khusus penyedia tiket perjalanan umrah, mengatakan kondisi saat ini menjadi tantangan besar bagi perusahaan travel, calon jamaah, hingga industri penerbangan itu sendiri.
“Banyak travel yang saat ini mengeluhkan lonjakan harga tiket karena kenaikannya cukup tinggi dan terjadi dalam waktu relatif cepat. Kondisi ini menempatkan travel pada posisi yang dilematis dalam menentukan harga paket umrah,” ujar Andri yang juga dikenal sebagai pengusaha muda Aceh yang membidangi Komite Ekonomi DPP Diaspora Global Aceh (DGA), Sabtu (9/5/2026).
Ia menilai, kenaikan harga tiket tidak hanya berpotensi mengurangi jumlah keberangkatan calon jamaah, tetapi juga dapat berdampak terhadap penjualan tiket maskapai charter yang selama ini menjadi salah satu penopang perjalanan umrah dari berbagai daerah.
“Jika kondisi ini berlangsung tanpa kepastian dan solusi yang jelas, maka dikhawatirkan akan mengganggu ekosistem usaha umrah secara nasional, apalagi di tengah kondisi perekonomian masyarakat yang masih cukup sulit,” katanya.
Menurutnya, kenaikan nilai tukar dolar Amerika Serikat, meningkatnya harga bahan bakar pesawat (avtur), hingga naiknya harga suku cadang pesawat menjadi faktor utama melonjaknya harga tiket dalam beberapa waktu terakhir. Lonjakan harga ini terjadi pada penerbangan domestik, internasional semua maskapai di dunia.
“Situasi Timur Tengah saat ini sangat berpengaruh terhadap industri penerbangan. Kenaikan avtur, pelemahan rupiah terhadap dolar, dan meningkatnya biaya operasional maskapai membuat harga tiket umrah musim 1448 H ikut mengalami penyesuaian,” kata Andri
Ia menyebutkan, kondisi tersebut membuat banyak travel harus melakukan evaluasi ulang terhadap jadwal keberangkatan maupun alokasi seat yang sebelumnya telah dibooking.
Sejumlah travel, kata Andri, bahkan mulai mempertimbangkan opsi penjadwalan ulang keberangkatan hingga pembatalan booking sambil menunggu kondisi harga kembali stabil sehingga akan berdampak juga pasa anjloknya penjualan tiket dan penumpang pesawat.
“Banyak pihak berharap harga bisa kembali terkoreksi apabila situasi global mulai membaik dan negosiasi harga dengan maskapai mendapatkan hasil positif,” katanya.
Meski kondisi pasar penerbangan sedang tidak stabil, Andri mengatakan pihak penyedia tiket charter penerbangan umroh saat ini masih terus mengupayakan negosiasi harga dengan maskapai agar kenaikan tiket tidak semakin membebani travel maupun calon jamaah.
“Jika nantinya ada penurunan harga setelah proses negosiasi selesai, tentu akan segera kami informasikan kembali kepada seluruh pihak terkait,” ujarnya.
Ia juga berharap seluruh pelaku travel dan jamaah dapat saling mendukung serta mendoakan agar kondisi penerbangan internasional segera membaik sehingga perjalanan ibadah umrah dapat kembali berjalan dengan harga yang lebih terjangkau serta menjaga keberlangsungan ekosistem perjalanan umroh nasional ditengah perekonomian yang sulit.(Zal)











