Internasional

Komedian China Diselidiki Gegara Jadikan Lagu Komunis Buat Lelucon

16
×

Komedian China Diselidiki Gegara Jadikan Lagu Komunis Buat Lelucon

Sebarkan artikel ini
Komedian stand-up China Guo Degang. FOTO/AFP

posaceh.com, Jakarta – Seorang komedian stand-up yang dianggap sebagai salah satu tokoh budaya paling berpengaruh di Tiongkok , Gue Degang, tengah melamar karena dianggap melontarkan lelucon mengenai sebuah lagu terkait  Partai Komunis.

Guo Degang  menyampaikan norma kesusilaan umum gara-gara melakukan improvisasi lirik pada sebuah lagu revolusioner China, saat tampil di Wuhan pada akhir Juli 2026 lalu.

Dia kemudian melaporkan ke Biro Kebudayaan dan Pariwisata Wuhan. Dalam laporan itu, Guo berpusat tidak hanya mendistorsi dan menuangkan nilai-nilai karya revolusioner klasik, tetapi juga melanggar norma kesusilaan umum serta standar perilaku yang berlaku.

Dilaporkan CNN, lagu yang berjudul “Playing My Beloved Pipa “, termasuk menggambarkan semangat pantang menyerah pasukan gerilya komunis yang melawan Jepang selama Perang China-Jepang.

Dilaporkan CNN, lagu yang berjudul “Playing My Beloved Pipa “, termasuk menggambarkan semangat pantang menyerah pasukan gerilya komunis yang melawan Jepang selama Perang China-Jepang.

“Bagian yang diubah dan dibawakan oleh Guo Degang tidak termasuk dalam materi yang disampaikan untuk mendapatkan persetujuan awal, dan tindakan tersebut diduga melanggar Peraturan tentang Penyelenggaraan Pertunjukan Komersial,” demikian pernyataan Biro Kebudayaan dan Pariwisata Wuhan.

Biro tersebut menyatakan penyelidikan terhadap Guo masih berlangsung, namun hasilnya belum diumumkan.

Guo dikenal luas karena jasanya menghidupkan kembali jenis komedi tradisional Tiongkok yang disebut “crosstalk”, dan merupakan figur yang sangat populer di Tiongkok.

Kabar penyelidikan Guo menjadi salah satu topik yang paling banyak dibicarakan di media sosial China.

Sebagian besar warganet berpendapat dia patut dihukum karena mengubah lagu “merah”, namun ada juga pengguna media sosial China yang menganggap pihak yang berwenang memberi penilaian terlalu sensitif.

Ini bukan kali pertama seniman menangani ancaman keras karena melontarkan ucapan yang dianggap salah.

Tiga tahun lalu komedian stand-up Tiongkok, Li Haoshi, menghasilkan 14,7 juta yuan setelah menggunakan frasa yang dikaitkan dengan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) saat menceritakan kisah tentang dua ekor anjing pembohong.

Setelah leluconnya memicu kemarahan pejabat, Li menyampaikan permintaan maaf. Namun, ia dilarang tampil untuk jangka waktu yang tidak ditentukan dan tidak pernah terlihat lagi di depan umum sejak saat itu.(Muh/*)