Pemkab Aceh Besar

Ketua PKK Aceh Besar: 1000 Hari Pertama Kehidupan Tanggung Jawab Keluarga

16
×

Ketua PKK Aceh Besar: 1000 Hari Pertama Kehidupan Tanggung Jawab Keluarga

Sebarkan artikel ini
Ketua TP-PKK Aceh Besar, H. Rita Mayasari menyampaikan sambutan saat membuka Penguatan dan Sinergitas Kemitraan Program TAMASYA dalam rangka Fasilitasi Kemitraan Pengasuhan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) bagi Mitra Strategis Tingkat Kecamatan dan Desa di Balai Penyuluhan KB Kecamatan Ingin Jaya, Rabu (9/9/2026). FOTO/ ROJA

posaceh.com, Kota Jantho – Upaya memperkuat kualitas pengasuhan dan pemenuhan kebutuhan anak sejak masa kehamilan hingga usia dua tahun terus mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Aceh Besar bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK). Salah satunya melalui kegiatan Penguatan dan Sinergitas Kemitraan Program TAMASYA dalam rangka Fasilitasi Kemitraan Pengasuhan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) bagi Mitra Strategis Tingkat Kecamatan dan Desa di Balai Penyuluhan KB Kecamatan Ingin Jaya, Rabu (9/9/2026).

Turut hadir Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBPP dan PA) Kabupaten Aceh Besar, Drs, Fadhlan, Sekretaris Dinas Kesehatan Aceh Besar, Nelly Ulfiati, SKM, MPH dan Kepala Perwakilan BKKBN Aceh Safrina Salim, SKM, M.Kes
Program tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam menciptakan lingkungan pengasuhan yang sehat, aman, dan mendukung tumbuh kembang anak. Periode 1.000 HPK dinilai sebagai fase yang sangat menentukan kualitas kesehatan, pertumbuhan, perkembangan, serta pembentukan karakter anak di masa mendatang.

Ketua TP-PKK Aceh Besar, H. Rita Mayasari, mengatakan keberhasilan pengasuhan pada periode 1.000 HPK tidak dapat hanya dibebankan kepada orang tua. Diperlukan keterlibatan seluruh unsur masyarakat, pemerintah, kader, dunia pendidikan, tenaga kesehatan, serta para mitra strategis hingga tingkat gampong.

“Pengasuhan 1.000 HPK merupakan tanggung jawab kita bersama. Karena itu, sinergitas antara keluarga, pemerintah, kader PKK, Posyandu, tenaga kesehatan, dan seluruh mitra strategis harus terus diperkuat agar setiap anak di Aceh Besar mendapatkan kesempatan tumbuh dan berkembang secara optimal,” ujar Rita Mayasari.
Menurutnya, keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama bagi anak. Oleh sebab itu, peningkatan kapasitas orang tua dan penguatan peran keluarga harus menjadi perhatian dalam setiap program pembangunan sumber daya manusia.

Foto bersama peserta Penguatan dan Sinergitas Kemitraan Program TAMASYA dalam rangka Fasilitasi Kemitraan Pengasuhan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) bagi Mitra Strategis Tingkat Kecamatan dan Desa di Balai Penyuluhan KB Kecamatan Ingin Jaya, Rabu (9/9/2026). FOTO/ ROJA

Ia menambahkan, keberadaan kader di tingkat kecamatan dan desa memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat. Kader dapat menjadi penghubung sekaligus pendamping keluarga dalam memberikan edukasi mengenai pola pengasuhan, pemenuhan gizi, kesehatan ibu dan anak, serta pentingnya pemantauan tumbuh kembang.

“Kita ingin memastikan pengetahuan tentang pengasuhan yang baik tidak berhenti pada kegiatan pertemuan saja, tetapi benar-benar diterapkan di dalam keluarga. Kader di lapangan memiliki peran penting untuk mendampingi dan mengingatkan keluarga, terutama keluarga yang memiliki ibu hamil, bayi, dan balita,” katanya.

Rita berharap Program TAMASYA dapat semakin memperkuat koordinasi lintas sektor hingga tingkat kecamatan dan desa. Kemitraan yang terbangun diharapkan mampu menghasilkan langkah konkret dalam mendukung keluarga, terutama dalam mencegah berbagai persoalan yang dapat menghambat tumbuh kembang anak.

“Kita harus membangun pola kerja yang terintegrasi. Tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Ketika semua pihak memiliki komitmen yang sama, maka berbagai persoalan terkait pengasuhan, gizi, kesehatan ibu dan anak, maupun tumbuh kembang anak dapat kita tangani secara lebih cepat dan tepat,” tegasnya.

Melalui kegiatan tersebut, para mitra strategis diharapkan semakin memahami tugas dan perannya dalam mendukung pengasuhan 1.000 HPK. Selain memperkuat koordinasi, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk membangun komitmen bersama dalam menghadirkan keluarga yang berkualitas.

TP-PKK Aceh Besar, lanjut Rita, akan terus mendukung berbagai program yang berkaitan dengan peningkatan kualitas keluarga. Menurutnya, pembangunan daerah pada akhirnya harus bermuara pada peningkatan kualitas manusia, dan hal tersebut harus dimulai sejak anak berada dalam kandungan.

“Investasi terbaik untuk masa depan Aceh Besar adalah investasi pada anak-anak kita. Dengan pengasuhan yang baik sejak 1.000 HPK, kita sedang mempersiapkan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan memiliki daya saing,” pungkasnya.

Penguatan kemitraan melalui Program TAMASYA diharapkan dapat menjadi langkah berkelanjutan untuk membangun ekosistem pengasuhan yang semakin kuat di Aceh Besar. Dengan kolaborasi pemerintah, TP-PKK, kader, keluarga, dan masyarakat, upaya mewujudkan generasi Aceh Besar yang sehat dan berkualitas dapat dilakukan secara lebih terarah dan berkesinambungan.(AMZ)